Jum'at, 14/08/2026 13:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan peningkatan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dimanfaatkan untuk mempercepat program hilirisasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Prabowo mengatakan keuntungan BUMN tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan berbagai proyek hilirisasi strategis.
“Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo: Gaji Hakim Junior Naik 280 Persen, Ketua MA RI Lampaui Singapura
Prabowo Ingin 30 Ribu Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Ketua MPR: Anak Indonesia Harus Jadi Pelaku, Bukan Penonton Perubahan
Menurut Prabowo, pemerintah bersama Danantara Indonesia telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek hilirisasi lainnya kembali dimulai pada 29 April 2026.
Sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pembangunan smelter alumina menjadi aluminium.
Prabowo menyebut berbagai proyek tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, terutama melalui penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru.
“Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminium ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja,” jelasnya.
Selain proyek hilirisasi, pemerintah mulai mengembangkan sejumlah proyek waste to energy sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya di dalam negeri.
Prabowo menambahkan, keuntungan BUMN juga dimanfaatkan untuk mendorong strategi upstreaming. Melalui Danantara Indonesia, pemerintah akan mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia untuk memperoleh teknologi, kemampuan manajemen, sekaligus akses pasar.
Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya mampu mengolah sumber daya alam di dalam negeri, tetapi juga menguasai teknologi dan jaringan pasar global.
“Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia,” imbuh Prabowo.