Jum'at, 14/08/2026 10:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan bahwa demokrasi tidak akan semakin kuat jika kebebasan berpendapat justru diwarnai saling mencela dan menghina.
Hal itu disampaikan Muzani saat membuka Sidang Tahunan MPR RI di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026.
"Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras mencela," kata Muzani.
Menurut dia, demokrasi akan semakin kokoh apabila kebebasan berbicara dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Prabowo Dinilai Berhasil Perlihatkan Pentingnya Indonesia bagi Dunia
Prabowo Copot Purbaya dari Menkeu, Suahasil Nazara Jadi Pengganti
Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Perbedaan pandangan, kata Muzani, seharusnya disampaikan dengan argumentasi dan tidak menjadi alasan untuk merendahkan pihak lain.
Muzani mengatakan, Indonesia telah memilih demokrasi dalam mengelola aspirasi dan pandangan yang berbeda.
"Kita boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan cara budi dan bahasa yang baik," katanya.
Muzani kemudian mengutip kalimat dari pujangga Besar Melayu dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji namanya, menulis dalam Gurindam 12.
"Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa," tuturnya.
Dalam acara ini, Presiden Prabowo Subianto juga akan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara, sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Prabowo kemudian akan kembali berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan APBN (RAPBN) 2027 beserta nota keuangan.