Senin, 10/08/2026 19:26 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengundang Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin untuk menghadiri Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.
Undangan tersebut disampaikan Sultan saat melakukan silaturahmi kebangsaan dengan KH Ma’ruf Amin di Depok, Senin (10/8). Dalam pertemuan itu, Sultan didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung.
Sultan mengatakan, silaturahmi dengan para tokoh bangsa menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi kebangsaan di tengah dinamika dan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Ketua DPR Minta Pemerintah Hitung Dampak Ekonomi Kebakaran Bromo
Ketua MPR Sebut Tren WTP Jadi Sinyal Positif Pengelolaan Keuangan Negara
Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus 2026
“Silaturahmi kebangsaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengundang para tokoh bangsa untuk hadir dalam Sidang Bersama DPR dan DPD RI. DPD RI sebagai tuan rumah tentu ingin momentum ini menjadi ruang untuk terus menjaga komunikasi, persatuan, dan kesinambungan perjuangan dalam membangun Indonesia,” ujar Sultan.
Menurutnya, DPD RI akan terus menjalankan fungsi representasi daerah dengan menyerap, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah agar menjadi bagian dari kebijakan pembangunan nasional.
“DPD RI akan terus menjalankan perannya sebagai representasi daerah dan memastikan suara serta kepentingan daerah mendapat tempat dalam kebijakan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, KH Ma’ruf Amin menyambut baik undangan tersebut. Ia memastikan akan hadir dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.
“Saya akan hadir. Tentu momen besar ini sangat penting. Selain dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, kita juga mendapatkan laporan kinerja lembaga secara langsung oleh Bapak Presiden. Hal ini tentu sangat kita nantikan,” kata Ma’ruf.
Sultan menilai pengalaman, pemikiran, dan keteladanan para tokoh bangsa, termasuk KH Ma’ruf Amin, penting untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.
“Bangsa ini dibangun melalui proses panjang, dengan kontribusi dan keteladanan para tokoh bangsa. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dijaga. Kita ingin semangat kebangsaan dan kesinambungan pembangunan tetap menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkas Sultan.