Rusia Klaim Puluhan Sipil Jadi Korban Drone Ukraina

Senin, 10/08/2026 16:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 13 orang tewas dan 39 lainnya luka-luka akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan pihak Kyiv ke Kota Nizhnekamsk, Rusia, demikian dikonfirmasi kantor Kepala Republik Tatarstan pada Senin (10/8).

"Hingga menit ini, 13 orang dilaporkan telah meninggal dunia," tulis pernyataan resmi kantor Kepala Tatarstan.

Asisten Menteri Kesehatan Rusia, Alexei Kuznetsov, mengonfirmasi kepada Sputnik bahwa sebanyak 28 korban luka, termasuk seorang anak-anak, telah dilarikan ke rumah sakit di Nizhnekamsk guna mendapatkan penanganan medis dan tindakan diagnostik darurat.

Pihak otoritas Republik Tatarstan menyebut wilayahnya menjadi sasaran gempuran masif yang menargetkan fasilitas industri maupun area pemukiman warga.

"Pagi ini, republik kita kembali menjadi sasaran serangan kejam drone musuh. Serangan masif terus berlangsung di Kota Nizhnekamsk. Sangat disayangkan, ada korban jiwa dalam insiden ini," bunyi pernyataan kantor wilayah tersebut.

Komite Investigasi Rusia mengonfirmasi bahwa seorang anak termasuk di antara korban yang tewas. Pihaknya menegaskan fasilitas yang disasar oleh pasukan Ukraina sepenuhnya dihuni oleh warga sipil yang tidak terlibat dalam operasi militer.

Menanggapi krisis tersebut, tim medis tambahan dari Kota Naberezhnye Chelny telah diterjunkan ke Nizhnekamsk. Pemerintah Republik Tatarstan juga menetapkan hari berkabung nasional bagi para korban.

Duta Besar Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia, Rodion Miroshnik, mengecam keras insiden tersebut dan melabeli serangan drone Ukraina ke Nizhnekamsk sebagai kejahatan perang.

"Sudah ada keputusan untuk mengumumkan hari berkabung di wilayah republik bagi mereka yang gugur akibat kejahatan perang yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Ukraina," tulis Miroshnik melalui saluran Telegram miliknya.

Miroshnik menuding pihak-pihak Barat yang menyokong persenjataan ke Kyiv turut bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa di Nizhnekamsk.

"Penting bagi para sponsor Barat dari rezim Kyiv untuk menyadari dan mengingat bahwa setiap nyawa yang terenggut dan setiap takdir warga sipil yang hancur berada di atas kesadaran mereka yang menyerahkan senjata ke tangan pembunuh, serta membiarkan mereka berpikir bahwa pembalasan atas kejahatan tidak akan pernah datang," tegas Miroshnik.

Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan, lebih dari 30 warga sipil mengalami luka-luka di Belgorod dan lebih dari 50 orang di Nizhnekamsk, dengan sedikitnya 18 orang di antaranya dilaporkan tewas akibat gelombang serangan tersebut.

Sumber: Sputnik

TERKINI
Ini Niat, Tata Cara, dan Keutamaan Salat Sunnah Qabliyah Pansus: Dana Khusus Kepulauan Harus Disusun Hati-hati Karhutla Bromo Meluas 520 Hektare, Puan Desak Pemerintah Bertindak Diduga Disiksa Sembilan Bulan, Tahanan Gaza Tewas Di Penjara Israel