Minggu, 09/08/2026 12:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran siap melanjutkan jalur perdamaian jika Amerika Serikat membangun kepercayaan. Iran berupaya melangkah di jalur perdamaian berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam MoU, kata Pezeshkian dalam konferensi pers.
"Sekarang adalah waktu terbaik untuk mencapai kesepakatan, karena ada solidaritas, kekuatan, dan persatuan di dalam negeri," katanya menambahkan.
"Kami bertekad untuk menggunakan MoU tersebut sebagai landasan dengan syarat AS menghilangkan suasana ketidakpercayaan yang telah diciptakannya, dan suasana saling percaya dapat terbentuk," ujarnya.
Dia menyoroti prinsip timbal balik dalam negosiasi dengan AS, dan menyebutkan bahwa Iran akan menyesuaikan komitmennya sesuai dengan tingkat kepatuhan AS.
Ultimatum AS, Iran Hanya Akan Buka Selat Hormuz Jika Syarat Ini Dipenuhi
Pejabat AS Nilai Serangan Udara Tak Cukup Paksa Iran Tunduk
Negosiasi Iran-AS Dilaporkan Memasuki Tahap Akhir
Jika pihak lain berupaya menggunakan kekuatan, Iran tidak akan membiarkannya begitu saja. Dasar tindakan Iran pada akhirnya akan bergantung pada keputusan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
Pada Juni, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua belah pihak semula dijadwalkan untuk mengadakan negosiasi dalam kurun waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final, tetapi eskalasi baru-baru ini di kawasan tersebut telah menimbulkan ketidakpastian mengenai kelanjutan perundingan.
Keyword : Iran ASPerang IranPerdamaian Iran AS