Pejabat AS Nilai Serangan Udara Tak Cukup Paksa Iran Tunduk

Sabtu, 08/08/2026 19:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine dan sejumlah pejabat lainnya meyakini bahwa penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat, meskipun Presiden Donald Trump tetap lebih memilih menghindari pengerahan pasukan darat.

Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan Caine secara pribadi mendesak sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump untuk mencari cara meredakan konflik dengan Iran.

Kekhawatiran tersebut muncul karena opsi militer yang tersedia dinilai berpotensi menghasilkan dampak terbatas sekaligus memicu aksi balasan yang lebih luas, menurut sebuah laporan pada Jumat (7/8).

Mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, CNN melaporkan bahwa Caine menyampaikan kekhawatirannya kepada sejumlah pejabat senior, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.

Caine dan pejabat senior lainnya dilaporkan skeptis terhadap rencana eskalasi yang diusulkan pada akhir Juli. Salah satu alasannya adalah kekhawatiran bahwa Iran dapat membalas dengan menyerang sekutu AS serta infrastruktur energi di kawasan tersebut.

Trump pada akhirnya menunda operasi itu setelah negara-negara mitra di Teluk memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan, menurut laporan tersebut.

Di tengah pertimbangan tersebut, keterbatasan persediaan senjata AS juga menjadi perhatian. Laporan itu menyoroti meningkatnya kekhawatiran mengenai menipisnya persediaan senjata AS, termasuk pencegat pertahanan udara dan berbagai amunisi berpemandu presisi.

Kondisi tersebut dapat membatasi kemampuan Washington untuk mempertahankan konflik dalam jangka panjang.

CNN menyebut Caine sebelumnya telah memperingatkan Trump mengenai risiko militer yang mungkin timbul. Namun, ia juga menegaskan bahwa pasukan AS mampu menimbulkan kerusakan signifikan terhadap Iran jika diperintahkan untuk meningkatkan eskalasi.

Sementara itu, menurut laporan tersebut, para pejabat pemerintahan kini berupaya mencari hasil yang dapat diklaim Trump sebagai kemenangan politik, sekaligus tetap membuka ruang bagi diplomasi.

Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

TERKINI
Jajaran Top Losers Pekan Ini Lima Saham Paling Cuan Pekan Ini Film ROOTS Karya Michael Schinhelm Kembali Menyapa Jakarta UD Trucks Apresiasi Pengemudi Terbaik Lewat Extra Mile Challenge