Minghrul Lappung Bersatu Kukuhkan Septriana Tangkary Ketua DPW Jakarta

Jum'at, 07/08/2026 13:36 WIB

JAKARTA, Jurnas.com – Mighrul Lappung Bersatu resmi mengukuhkan Septriana Tangkary (Gelar Maharani) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Mighrul Lappung DKI Jakarta untuk periode 2026-2031, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Mighrul Lappung Bersatu merupakan wadah bagi perempuan-perempuan Provinsi Lampung, yang memiliki garis keturunan darah Lampung dari pihak ayah.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya sebagai ketua Mighrul Lampung DPW DKI Jakarta dan seluruh jajaran. Amanah ini bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan tanggung jawab besar yang akan saya emban dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan semangat kebersamaan,” ucap Septriana melalui keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Septriana mengatakan, perempuan merupakan salah satu pilar penyangga kelestarian budaya dan nilai-nilai kelokalan. Organisasi ini hadir sebagai ruang untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta menjadi tempat bagi perempuan Lampung untuk berkarya, saling menguatkan, dan memberikan manfaat, meskipun berada di tanah perantauan.

“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kekayaan budaya Lampung sangatlah luar biasa, mulai dari adat istiadat, bahasa, tari, musik tradisional, hingga kuliner khas seperti seruit, bebay maghring, sekubal, yang menjadi identitas daerah Lampung,” ujar Septriana.

Putri Almarhum H. Tuan Pangeran Tangkary dan Almarhumah Hj. Ratu Intan Tangkary itu dikenal memiliki rekam jejak dalam berbagai giat yang berkaitan dengan perempuan, budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi.

Kehadiran Mighrul Lappung Bersatu diharapkan juga dapat terus menghidupkan lima falsafah Lampung ke generasi muda. Adapun lima falsafah tersebut yakni Pi`il Pesenggiri (menjaga kehormatan), Bejuluk Beadek (hak gelar adat), Nemui Nyimah (ramah tamah), Nengah Nyappur (bergaul dan bersahabat), dan Sakai Sembayan (bergotong royong).

“Melalui Mighrul Lampung, saya berharap kita semua dapat terus bersinergi dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan budaya Lampung kepada generasi muda maupun masyarakat luas nasional maupun internasional,” tambah Septriana.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria Gunadi (Gelar Ibuan Mego) berharap pengukuhan ini makin memperkuat persaudaraan masyarakat Lampung.

“Momen pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial, kita bersama-sama merajut persaudaraan, memperkuat persatuan keluarga besar masyarakat Lampung di perantauan,” ucap Dwita.

Mighrul Lappung Bersatu berdiri pada 25 Oktober 2023, dengan dikukuhkan oleh Pj. Gubernur Lampung, Samsudin. Pada tahun 2025, sudah terbentuk DPW di 15 kabupaten/kota dan kini telah melebarkan ke DKI Jakarta.

Dedikasi untuk menjaga budaya salah satunya dinyatakan lewat program warisan bahasa dan aksara yang bekerja sama dengan Universitas Lampung. Juga, mendukung pelestarian bahasa dan wastra lampung sesuai dengan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 adalah kebijakan tentang Hari Kamis Beradat.

“Kami berharap anak-anak Lampung tidak kehilangan jati diri, karena sejatinya tugas Mighrul Lampung adalah untuk menyatukan persatuan dan persaudaraan dan mewariskan adat budaya bagi generasi muda,” tambah Dwita.

Dengan dikukuhkannya DPW Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta, diharapkan dapat semakin menguatkan kapasitas perempuan Lampung di tanah perantauan agar semakin mengembangkan diri dan berkarya di berbagai bidang, semakin berdaya dalam bidang ekonomi maupun inovasi kreatif, serta mendorong lestarinya budaya warisan leluhur Bumi Ruwa Jurai–Tanah Lampung.

Acara pengukuhan DPW Mighrul Lappung DKI Jakarta turut dihadiri oleh Istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua DPRD Provinsi Lampung Irine Fransisca Giri, Ketua Ikatan Adiyaksa Darma Karibia Dewi Danang Suryo Wibowo, Istri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Lampung di Jakarta Yosyalendra, dan Kapolda Banten Hengki.

Juga, perwakilan dari berbagai organisasi perempuan seperti Ketua Umum KOWANI Nani Hadi Cahyanto, Ketua Umum PIM Lana Koentjoro, Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Deasy Mashudi, Pendiri IWAPI Dewi Motik, hingga Forum Perempuan Lampung dan tokoh adat lainnya.

TERKINI
Juli 2026, Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis Diborgol dan Berompi Tahanan, Febrie Adriansyah Dibawa ke Kejagung Yusril Kutip Al-Maidah Ayat 8 Tanggapi Usulan MUI Koruptor Dihukum Mati Pupuk Subsidi Harus Tepat Sasaran, PUD dan PPTS Perlu Perlindungan Hukum