Hilirisasi PTPN Jadi Strategi Kurangi Ketergantungan Impor

Jum'at, 07/08/2026 14:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com — Hilirisasi sektor perkebunan terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Melalui pengembangan komoditas strategis, PTPN Group diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Direksi PT Perkebunan Nusantara (Persero) untuk membahas kesiapan PTPN Group dalam menjalankan program hilirisasi dan pengembangan komoditas strategis.

Pembahasan difokuskan pada kesiapan implementasi program melalui perencanaan, riset, serta pengembangan model bisnis yang matang sebelum dijalankan dalam skala yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dony menekankan bahwa setiap program hilirisasi perlu diawali dengan pengujian dalam skala terbatas sebelum dikembangkan secara lebih luas.

“Sebelum kita mulai yang skala besar, teman-teman mesti trial dulu di skala kecil. Success rate-nya harus dilihat dulu, begitu juga return on investment yang bisa dicapai,” ujar Dony.

Setiap investasi perlu didukung studi kelayakan yang komprehensif, perhitungan produktivitas lahan yang akurat, serta tingkat return on investment yang sehat. Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan turut menjadi perhatian, termasuk memastikan pemilihan lahan tidak mengurangi fungsi kawasan resapan air.

Melalui pendekatan yang bertahap dan berbasis kajian yang matang, BP BUMN bersama Danantara mendorong hilirisasi PTPN agar mampu memperkuat ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi sektor perkebunan Indonesia.

 

TERKINI
KPK Tangkap 14 Orang dalam OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena KPK Sita Mobil Mewah Legislator Bengkulu Vinna Ledy Gas Air Mata Israel Picu Kebakaran di Palestina