Jum'at, 07/08/2026 11:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com — PT Telkom Indonesia mempercepat transformasi perusahaan melalui pembentukan Strategic Holding Organization yang ditargetkan rampung pada 2027.
Saat ini Telkom mengelola 67 entitas yang terdiri atas 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas.
Sebagai bagian dari program streamlining, sebanyak 34 entitas dipangkas untuk membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, dan kompetitif.
PKepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri pembahasan bersama jajaran Telkom Indonesia untuk membahas perkembangan transformasi perusahaan.
Komisi IV DPR Minta Kemenhut Perkuat Pencegahan Karhutla di Sumsel
TransNusa Hadirkan Rute Langsung Manado - Ternate
Hetifah: Usut Tuntas Temuan Dugaan Senpi di Sekolah Swasta Pondok Pinang
Fokus pembahasan mencakup implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, serta penguatan leadership pipeline guna memperkuat tata kelola, sinergi bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang.
“Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Dony.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya BP BUMN bersama Danantara dalam mendorong Telkom menjadi perusahaan digital nasional yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan.
Selain penyederhanaan organisasi, penguatan leadership pipeline juga menjadi salah satu fokus transformasi untuk memastikan Telkom memiliki talenta kepemimpinan yang siap menghadapi dinamika industri digital.
Dengan struktur yang lebih sederhana, kepemimpinan yang kuat, dan portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan mampu mempercepat inovasi serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia.
Keyword : BP BUMNTelkom IndonesiaDony Oskaria