Selasa, 04/08/2026 02:02 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dalam Islam, ilmu bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga harus membawa seseorang semakin dekat kepada Allah SWT.
Sebaliknya, ilmu yang membuat seseorang sombong justru menjadi tanda bahwa ilmu tersebut belum membentuk akhlak yang baik.
Ali bin Abi Thalib memberikan nasihat tentang hakikat ilmu melalui sebuah perkataan yang diriwayatkan dalam kitab Bihar al-Anwar:
حَسْبُكَ مِنَ الْعِلْمِ أَنْ تَخْشَى اللَّهَ وَ حَسْبُكَ مِنَ الْجَهْلِ أَنْ تُعْجَبَ بِعِلْمِكَ
7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih
6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah
Doa Memohon Kesembuhan Lengkap dengan Artinya
Artinya:"Cukup bagimu dari ilmu adalah rasa takut kepada Allah. Dan cukuplah kebodohanmu adalah kamu bangga dengan ilmumu." (Bihar al-Anwar, Jilid 2, hlm. 48).
Pesan tersebut mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan menuntut ilmu bukan hanya banyaknya pengetahuan yang dimiliki, melainkan sejauh mana ilmu itu menumbuhkan ketakwaan dan memperbaiki akhlak.
Semakin berilmu, seseorang seharusnya semakin rendah hati dan menyadari bahwa semua pengetahuan berasal dari Allah SWT.
Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk terus belajar dengan niat mencari rida Allah, mengamalkan ilmu yang dimiliki, serta menjauhi sikap sombong dan merasa paling benar hanya karena memiliki pengetahuan yang lebih banyak.