Prancis Perketat Perbatasan dengan Spanyol Imbas Imigran Cueta

Minggu, 02/08/2026 01:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Prancis telah memperketat pengawasan perbatasan dengan Spanyol menyusul gelombang migran di wilayah kantong Spanyol, Ceuta, yang terletak di sebelah utara Maroko, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (31/7).

"(Migran yang masuk melalui) Ceuta tidak memiliki kebebasan bergerak ke wilayah Schengen lainnya. Namun, kemarin saya telah meminta Menteri Dalam Negeri untuk memperketat pengawasan di perbatasan kita dengan Spanyol jika diperlukan. Empat unit polisi keliling, pesawat, dan drone telah dikerahkan," kata Macron dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Diketahui bahwa pada Kamis, ribuan pemuda Maroko berkumpul di perbatasan antara Maroko dan Ceuta, dengan ratusan dari mereka berhasil masuk ke wilayah Spanyol itu.

Pada Jumat, wali kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengatakan ada 60.000 orang yang masuk ke Ceuta dari Maroko dalam sehari.

Sekurangnya 57 imigran tewas saat berupaya memasuki wilayah Spanyol tersebut. Sementara, sekitar 48.300 orang lainnya sudah kembali ke Maroko, menurut laporan media.

Hingga Jumat sore waktu setempat, sekitar 48.000 migran telah meninggalkan wilayah kantong Spanyol tersebut untuk kembali ke Maroko, demikian diumumkan pemerintah Spanyol.

TERKINI
Lima Amalan Sunah yang Dianjurkan pada Malam Jumat Jadwal Liga Champions Matchday Kedua: Duel Panas Atletico vs MU Sejarah Peringatan Hari Orang Tua Bekerja Setiap 16 September dan Maknanya Daftar Menteri Keuangan RI dari Masa ke Masa