Sabtu, 01/08/2026 09:15 WIB
Teheran, Jurnas.com - Peringatan keras yang dikeluarkan Dewan Keamanan Nasional Iran meningkatkan intensitas konfrontasi di kawasan Timur Tengah.
Teheran mengancam, jika Amerika Serikat terus melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan di wilayah selatan Iran, penutupan Selat Hormuz akan semakin diperketat dan selat-selat strategis lainnya juga berpotensi ditutup total.
Meskipun Iran tidak menyebutkan nama selat lain secara rinci, Selat Bab al-Mandeb dan Teluk Aden saat ini berada di bawah kendali kelompok Houthi, yang merupakan sekutu dekat Teheran.
Dalam pernyataan resminya, Teheran menegaskan bahwa jika AS nekat melanjutkan blokade laut tersebut, pasar energi global dipastikan bakal mengalami gangguan hebat.
Voting Ketiga Parlemen AS Setuju Setop Perang Lawan Iran
Perang Lawan Iran Kuras Anggaran AS, Tembus Rp673,8 Triliun
Perang Iran Sudah Habiskan Rp600 T, AS Perkirakan Biaya Terus Bertambah
Pernyataan itu juga secara tidak langsung menyasar pemilih di Amerika Serikat, mengingat setiap gejolak pada pasar energi internasional dipastikan berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar di dalam negeri AS.
Langkah ini memperlihatkan upaya Teheran untuk menciptakan persamaan baru serta membentuk daya tangkal (deterrence) terhadap setiap tindakan militer dari AS.
Peringatan tersebut mengemuka di tengah spekulasi mengenai potensi rencana serangan baru gabungan AS dan Israel yang menargetkan fasilitas infrastruktur energi Iran.
Sumber: Aljazeera
Keyword : Perang IranIran ASBlokade ASSelat Hormuz