Implementasi Ekosistem AI Bikin Pembelajaran Lebih Efektif dan Berkualitas

Kamis, 30/07/2026 11:09 WIB

JAKARTA, Jurnas.com – Implementasi ekosistem teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan kualitas pembelajaran.

Demikian hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) yang merancang program pendampingan Smart-Early Steps untuk memperkuat kompetensi pedagogis digital para guru di SMPN 35 Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan PKM yang didanai oleh Kemendikti Saintek tersebut dipimpin oleh akademisi UIA, Dr. Khasanah, S.Pd., M.Pd., beranggotakan Dr. Syarifah, M.Pd., dan Nurul Fajri, M.Pd., dilakukan selama delapan bulan dengan melibatkan 30 guru SMPN 35 Kota Bekasi sebagai peserta pelatihan implementasi ekosistem AI terpadu.

Berdasarkan keterangan, Kamis (30/7/2026), menyebutkan, implementasi ekosistem AI terpadu yaitu Aplikasi Teachy.ai, Chatgpt, Canva Pro.Ai, Wordwall Pro terbukti memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan kualitas pembelajaran.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah terciptanya efisiensi waktu penyiapan bahan ajar. Dari yang semula membutuhkan waktu rata-rata 14 jam per unit pembelajaran, para guru kini mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar 45 menit. Efisiensi ini berdampak langsung pada penurunan beban tugas administratif rutin hingga 65 persen.

Berkurangnya beban administratif memungkinkan guru mengalihkan fokus dan energi mereka untuk memberikan perhatian individual kepada siswa, mendampingi peserta didik yang membutuhkan intervensi khusus, serta meningkatkan kualitas interaksi manusiawi di dalam kelas.

Berdasarkan analisis evaluasi yang mengacu pada Competency Framework for Teachers dari UNESCO, kompetensi pedagogis digital guru mengalami peningkatan drastis. Rerata skor kompetensi meningkat dari kategori sedang (53,25%) sebelum program, menjadi kategori tinggi (71%) setelah intervensi.

“Penilaian kinerja praktis menunjukkan bahwa 93,3 persen peserta (28 dari 30 guru) telah mampu secara mandiri menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi berbasis AI yang memenuhi standar kualitas pedagogis,” ujar Dr. Khasanah.

Menurut Khasanah yang juga dosen di Prodi S2 Teknologi Pendidikan mengungkapkan bahwa hasil monitoring Tim PKM pada 21 Juli 2026 menunjukkan bahwa para guru telah mampu menerapkan teknologi digital berbasis AI dalam pembelajaran.

“Pengamatan di lakukan pada lima Guru yang telah menyiapkan modul dan materi pembelajaran sesuai dengan yang telah di latih oleh Tim PKM,” ujarnya.

Keberhasilan program Smart-Early Steps tidak berhenti pada tahap pelatihan. Guna menjamin keberlanjutan integrasi AI di lingkungan sekolah, SMPN 35 Kota Bekasi meresmikan pembentukan Komunitas Belajar (Professional Learning Community).

Dalam wadah ini, 30 guru yang telah mendapatkan pendampingan difungsikan sebagai mentor sebaya (peer mentors). Mereka bertugas membagikan pengalaman, memfasilitasi diskusi rutin, serta mendampingi rekan-rekan guru lainnya yang belum mengikuti program awal.

Selain itu, pihak sekolah secara melembaga telah mengintegrasikan praktik pembelajaran berbasis AI ke dalam panduan operasional internal sekolah.

Langkah institusional ini memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak lagi menjadi inisiatif individu yang bersifat sementara, melainkan bagian dari budaya mutu dan kebijakan transformasi digital sekolah secara berkelanjutan.

TERKINI
7 Tips Alami dan Efektif untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Alasan Doa Ibu Mustajab Berdasarkan Al-Qur`an dan Hadis Tips Parenting dengan Rumus 7x3 dari Ali bin Abi Thalib InJourney Airports Jadikan IACL Pusat Pengembangan SDM Aviasi Global