Rabu, 29/07/2026 01:32 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Syngenta Indonesia menggandeng ratusan petani di Serdang Bedagai, Sumatra Utara (Sumut) dalam rangka mendongkrak produktivitas padi nasional pada 20 Juli lalu.
Upaya ini ditandai dengan peluncuran MIRAVIS Duo, fungisida padi dengan teknologi ADEPIDYN sebagai peluncuran keempat menyusul Cilacap, Karawang, dan Jember.
Kabupaten Serdang Bedagai mencatat kinerja produksi yang kuat. Selama dua tahun berturut turut (2024–2025), Serdang Bedagai menempati posisi pertama untuk luas panen dan produksi padi di Provinsi Sumatra Utara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi pada 2025 mencapai 55.196 hektare, meningkat 7,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, produksi padi pada 2025 tercatat surplus 356.508 ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 7,02 persen dari 2024.
Syngenta Luncurkan Fungisida Pengendalian Penyakit Padi
Genjot Poduktivitas, Syngenta Bagikan Buku Pintar ke Petani Holtikultura
Syngenta Indonesia Tingkatkan Jumlah Petani Perempuan Lewat Komunitas
Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sektor pangan nasional, Serdang Bedagai tetap menunjukkan ketahanan produksi yang relatif stabil.
Dengan luas sawah sekitar 55.196 hektare dan produktivitas rata-rata sekitar lima ton per hektare, daerah ini diperkirakan mampu menghasilkan ratusan ribu ton gabah sepanjang 2026.
Stabilitas tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus menjaga ketersediaan beras dan menopang pendapatan ribuan petani di pesisir timur Sumatra Utara.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan bahwa panen melimpah dengan kualitas gabah yang unggul menjadi bukti bahwa MIRAVIS Duo merupakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani.
"Ini adalah komitmen Syngenta untuk mendukung petani maju Indonesia menghadapi tantangan iklim dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Dengan teknologi ADEPIDYN, kami ingin memastikan petani mendapatkan hasil panen yang lebih sehat, berkualitas, dan menguntungkan," kata Eryanto.
Peluncuran MIRAVIS Duo di Serdang Bedagai dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan dan mendapat dukungan pemerintah setempat. Syngenta Indonesia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta.
Peluncuran ini juga memanfaatkan lokasi percontohan yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian, HarvestPlus, dan CropLife. Kemitraan tersebut berfokus pada peningkatan produktivitas petani melalui teknologi MIRAVIS Duo, pemberdayaan masyarakat setempat, serta edukasi mengenai gizi seimbang.
Pengalaman petani juga menunjukkan hasil positif. Tarmidzi, petani padi di Desa Cintamulya, Lampung Selatan membagikan pengalamannya setelah menggunakan MIRAVIS Duo.
"Saya sudah membuktikan penggunaan MIRAVIS Duo di musim tanam sebelumnya. Hasil panen saya meningkat 9 kuintal dari total lahan 2 hektare,” ujar dia.