Senin, 27/07/2026 16:45 WIB
New York, Jurnas.com - Presiden FIFA Gianni Infantino melancarkan serangan tajam terhadap para pengkritiknya, dan menuduh mereka menyebarkan kebencian tentang FIFA dan kepemimpinannya selama perhelatan Piala Dunia 2026.
Pesan tersebut dibagikan dalam 15 slide di akun Instagram pribadinya, dan juga diunggah silang ke platform FIFA, yang diikuti oleh lebih dari delapan juta orang.
Dalam pernyataannya, Infantino membela penyelenggaraan Piala Dunia, yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta mengeklaim bahwa para pengkritik `melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan` dari turnamen tersebut.
Dia juga menuduh orang-orang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, setelah partai final yang dimenangkan oleh Spanyol tersebut, dan mendesak mereka untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola sebagai gantinya.
Nasihat Messi untuk Lamine Yamal di Final Piala Dunia
Pedro Porro Terpilih Jadi Bek Terbaik Piala Dunia 2026
Inggris Gagal Juara, Mengapa Thomas Tuchel Tidak Dipecat?
"Kepada Anda semua yang melewatkan momen menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul bersama untuk permainan yang indah ini, saya katakan maaf karena pertandingan kini telah usai dan maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu," tulis Infantino.
"Maaf karena Anda terlalu diliputi oleh kebencian dan kritik sehingga Anda melewatkan semuanya," dia menambahkan.
"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas mereka, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan mengatur, bekerja keras, dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia."
Infantino mengisyaratkan bahwa Piala Dunia kali ini tanpa kekerasan, tanpa insiden, 100% aman dan terjamin, hanya ada kegembiraan dan kebahagiaan, dan mengeklaim tujuh juta orang dari lebih dari 200 negara menghadiri pertandingan pada musim panas ini.
Kendati demikian, FIFA sejatinya tengah menghadapi kritik keras atas penanganan acara tersebut. Pembatasan perjalanan AS berdampak pada para pendukung dan ofisial dari sejumlah negara peserta, dan tim nasional Iran dengan lantang menyuarakan `perlakuan buruk` yang mereka hadapi dari pemerintah setempat.
Wasit asal Somalia, Omar Artan, juga tidak dapat memasuki Amerika Serikat setelah visanya ditolak, dan oleh karena itu ia tidak dapat memimpin pertandingan di turnamen tersebut.
Sementara itu, polemik seputar penyerang timnas Amerika Serikat (USMNT) Folarin Balogun dan pencabutan skorsing satu pertandingannya menempatkan campur tangan politik dalam olahraga sebagai pusat perbincangan, dan mempertanyakan hubungan pertemanan Donald Trump dengan Infantino.
Namun, Presiden FIFA tetap membela kebijakan pembatasan tersebut. "Anda menyinggung segelintir orang yang ditolak visanya dan mengabaikan jutaan orang yang disetujui, dari seluruh penjuru dunia," ujar dia.
"Karena sepak bola menyatukan dunia, dan hal itu telah ditunjukkan secara mengesankan pada musim panas ini," dia menambahkan.
Dia juga menyinggung situasi Balogun, yang melihat bintang AS itu diizinkan bermain melawan Belgia di babak 16 besar setelah skorsing otomatis satu pertandingannya akibat kartu merah melawan Bosnia dan Herzegovina dibatalkan.
Keyword : Gianni Infantino Piala Dunia 2026 Kontroversi FIFA