IDF Sebut Politisi Israel Picu Kekerasan Pemukim di Tepi Barat

Senin, 27/07/2026 15:22 WIB

Tel Aviv, Jurnas.com - Para pemimpin politik Israel dinilai turut andil dalam mendorong kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Hal ini disampaikan oleh salah seorang pejabat senior militer Israel (IDF).

Menurut sumber tersebut, di saat berbagai upaya untuk meredakan ketegangan, sebagian besar ditanggapi dengan kebisuan dari tokoh-tokoh berpengaruh dalam gerakan permukiman tersebut.

Pejabat keamanan Israel memperingatkan bahwa penduduk desa-desa Palestina yang menjadi sasaran serangan berulang, tak menutup kemungkinan bakal akan segera berhenti menahan diri dalam menghadapi pembakaran dan kekerasan.

"Konfrontasi yang dimulai di dalam desa Palestina dengan cepat meningkat menjadi kekerasan, tembakan, dan bentrokan massal," kata sebuah sumber keamanan yang dikutip dari Arab News pada Senin (27/7).

"Warga Palestina telah memutuskan bahwa mereka tidak akan lagi tinggal diam saat rumah-rumah mereka dibakar, mengingat Israel mendukungnya dan pihak tentara mengamankannya. Kekhawatirannya adalah mereka telah memutuskan untuk berhenti tinggal diam," dia menambahkan.

Sekitar 70 komite perlindungan lokal Palestina, yang meniru pasukan tanggap darurat sipil, telah didirikan di seluruh Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina untuk melindungi penduduk dari kekerasan pemukim.

Meskipun kelompok-kelompok tersebut tidak bersenjata, IDF khawatir pertemuan antara mereka dengan para pemukim atau tentara Israel dapat semakin meningkatkan ketegangan.

Pasukan Israel sebelumnya menangkap puluhan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada Sabtu, setelah sedikitnya empat warga Palestina dan dua tentara Israel tewas dalam baku tembak sebelumnya ketika pemukim bersenjata Israel mendekati sebuah desa Palestina.

Otoritas Palestina di Tepi Barat mengatakan penembakan pada Jumat lalu diprovokasi oleh para pemukim yang bertujuan menyerang penduduk desa di Tal, sebelah barat daya Nablus.

IDF kini menekankan bahwa setiap insiden mematikan baru-baru ini yang melibatkan warga Israel dan Palestina di Tepi Barat selalu bermula setelah para pemukim memasuki desa-desa Palestina dan memprovokasi konfrontasi.

Karena itu, Menteri Pertahanan Israel Katz didesak mempertimbangkan kembali penggunaan perintah penahanan tanpa pengadilan terhadap para pemimpin serangan pemukim yang brutal.

TERKINI
Gianni Infantino Kecam Ujaran Nyinyir selama Piala Dunia KPK Periksa Suami Rita Widyasari Yan Diomande Pilih Real Madrid, PSG Resmi Mundur Juventus Tantang Arsenal dalam Perburuan John Stones