Gerbang Tani Usulkan BGN Contract Farming Serap Produk Petani

Senin, 27/07/2026 12:36 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Gerbang Tani PKB, Idham Arsyad, mendorong pemerintah mengembangkan skema contract farming antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, koperasi, dan kelembagaan ekonomi petani di wilayah sekitarnya.

Menurut Idham, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi besar Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Dengan menghubungkan kebutuhan pangan SPPG dengan produksi petani lokal, manfaat MBG dapat diperluas sekaligus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat dan penguatan kemandirian pangan nasional.

“Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, petani mendapatkan kepastian pasar, desa mendapatkan perputaran ekonomi, dan negara semakin kuat kemandirian pangannya. Satu program strategis dapat menghasilkan beberapa manfaat sekaligus,” ujar Idham.

Menurutnya, kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, dan berbagai bahan pangan SPPG dalam jumlah besar dan berkelanjutan sesungguhnya menciptakan pasar baru yang sangat potensial bagi petani dan produsen pangan rakyat.

Di sisi lain, salah satu persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga kepastian siapa yang akan membeli hasil produksinya.

“Di sinilah peluang besarnya. Kebutuhan pangan MBG dapat dipertemukan dengan kebutuhan petani terhadap kepastian pasar. Negara tidak perlu menciptakan pasar baru karena pasarnya sudah tersedia melalui SPPG. Yang perlu kita bangun adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan SPPG dengan kapasitas produksi petani,” jelasnya.

Melalui contract farming, kelompok tani dan peternak memperoleh kepastian mengenai jenis komoditas, volume, standar kualitas, jadwal pasokan, serta mekanisme harga. Sebaliknya, SPPG memperoleh pasokan pangan yang lebih segar, terukur, dan berkelanjutan dari sentra produksi terdekat.

Model ini sekaligus dapat memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi logistik, dan membuat belanja pangan MBG berputar lebih besar di tingkat lokal.

Gerbang Tani juga melihat contract farming dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat akses petani terhadap pembiayaan. Kepastian kontrak dan pembeli membuat pembiayaan produksi lebih terukur dan dapat diintegrasikan dengan berbagai fasilitas pembiayaan pemerintah maupun lembaga keuangan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan instrumen pembiayaan pemberdayaan lainnya.

“Selama ini produksi, pembiayaan, pendampingan, dan pasar sering berjalan sendiri-sendiri. Contract farming dapat menyatukannya dalam satu ekosistem: petani berproduksi karena pasarnya tersedia, pembiayaan masuk karena ada kepastian pembeli, dan SPPG mendapatkan kepastian pasokan,” kata Idham.

Untuk mempercepat penerapannya, Gerbang Tani mengusulkan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama kementerian/lembaga terkait mengembangkan pilot project contract farming SPPG di sejumlah sentra produksi pangan.

Model tersebut dapat dimulai dengan pemetaan kebutuhan pangan SPPG dan kapasitas produksi kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, serta koperasi di wilayah sekitar, kemudian diperkuat dengan pendampingan, standar keamanan pangan, teknologi, dan akses pembiayaan.

SPPG yang berhasil membangun kemitraan berkelanjutan dengan produsen pangan lokal juga dapat diberikan insentif atau penghargaan, sehingga tercipta dorongan positif untuk memperkuat rantai pasok pangan berbasis produksi rakyat.

Menurut Idham, gagasan tersebut sejalan dengan agenda besar Presiden Prabowo mengenai swasembada pangan, penguatan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan perdesaan.

“Ini bukan mengubah desain besar MBG, tetapi memperbesar daya ungkit kebijakan strategis Presiden. Jika daya beli negara melalui SPPG dihubungkan dengan produksi rakyat, MBG akan menjadi investasi ganda: investasi membangun generasi Indonesia yang sehat sekaligus investasi membangun petani yang lebih sejahtera dan desa yang lebih kuat,” tegasnya.

“Anak Indonesia tumbuh sehat karena memperoleh pangan bergizi, dan petani Indonesia semakin sejahtera karena merekalah yang memproduksi pangan tersebut. Inilah efek pengganda MBG yang perlu kita bangun bersama,” Idham menambahkan.

TERKINI
Kompolnas: Polisi Tak Boleh Kalah dari Aksi Main Hakim Sendiri Anggota DPR: Negara Jangan Biarkan Kemiskinan Berujung Main Hakim Sendiri The Virgin Ajak Menko Muhaimin Nyanyi Bersama di Lokarya Fest 2026 Lepas 7500 Runners PKB Run 2026, Gus Muhaimin: Kita Sehat Bersama