Kamis, 25/05/2017 19:11 WIB
Jawa Timur – Kiai dan Ulama se-Jawa Timur mengutuk aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, kemarin (24/5). Karena itu, aparat kepolisian diharapkan bertindak tegas untuk mengusut tragedi yang menewaskan lima korban jiwa tersebut.
Pernyataan ini disampaikan lewat tujuh rekomendasi hasil Musyawarah Kubro Ulama da Kiai Pengasuh Pondok Pesantren se-Jawa Timur, bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
“Mengecam keras tindakan kekerasan dan aksi radikal serta menyerukan kepada pihak kepolisian agar dapat mengusut secara tuntas dalang dan pelakunya,” demikian hasil Musyawarah Kubro Ulama dan Kiai, Kamis (25/6) di Jawa Timur.
Kiai dan Ulama juga meminta pemerintah menegakkan keadilan di bidang hukum, ekonomi, dan sosial tanpa diskriminasi. Supaya masyarakat dapat merasakan kehidupan yang adil dan makmur. Demikian pula pemerintah harus hadir dalam menyikapi persoalan keagamaan di Indonesia, untuk menghindari tumbuhnya bibit radikalisme.
Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026
Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar
“Ulama bertekad mempertahankan pesantren sebagai pusat dakwah penyebaran ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah an Nadhliyah, rasa cinta NKRI serta menyerukan kepada pemerintah mendukung sepenuhnya setiap upaya untuk kemajuan dan kemaslahatan pendidikan pesantren,” ujarnya.
Cak Imin yang hadir dalam pertemuan tersebut pun turut diminta bisa berkonsolidasi dengan NU dan MUI demi mengharmoniskan umat, dan menyelamatkan umat dari gerakan radikal.
“Kami meminta Ketua Umum PKB bersama NU dan MUI untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar masyarakat tidak terlibat gerakan teror,” tegasnya.
Berikut ini tujuh poin rekomendasi hasil Musyawarah Kubro Kiai dan Ulama sebagaimana yang disebutkan di atas:
Keyword : Musyawarah Kubro PKB Bom Melayu