Minggu, 26/07/2026 09:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sistem pertahanan udara Irak menembak jatuh sebuah drone di dekat konsulat Amerika Serikat di Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan, pada Sabtu (25/7), kata sejumlah sumber keamanan kepada Reuters.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh Irak dan kawasan Timur Tengah secara luas setelah konfrontasi selama berminggu-minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Otoritas Irak tetap dalam kondisi siaga tinggi atas risiko serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran, yang menargetkan fasilitas diplomatik dan instalasi militer AS.
Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan yang semi-otonom di Irak, telah berulang kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa bulan terakhir karena menampung konsulat AS dan pasukan koalisi.
Iran Dilaporkan Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat
Teheran Ancam Serang Sisa Infrastruktur AS di Timur Tengah
Serangan AS Hantam Puluhan Target Militer Iran Dekat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke kota tersebut dengan klaim menargetkan situs-situs intelijen Israel, sementara milisi yang disokong Iran juga dituduh berada di balik serangan roket dan drone terhadap lokasi-lokasi yang menampung personel AS.