Semester I, InJourney Airports Bukukan Pendapatan Rp10,23 Triliun

Rabu, 22/07/2026 20:08 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports pada Semester I/2026 berhasil membukukan pendapatan usaha Rp10,23 triliun, meningkat 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari keberhasilan pengelolaan bisnis non-aeronautika sebagai dampak dari keberhasilan dalam melakukan beautifikasi di bandara-bandara utama. Juga termasuk penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dalam memadukan berbagai tenant yang ada untuk menghadirkan shopping experience terbaik.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis non-aeronautika,” ujar kata Direktur Utama InJourney Airpots Mohammad Rizal Pahlevi melalui keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Terkait dengan tantangan dalam bisnis aeronautika, InJourney Airports beserta regulator dan para stakeholders bersinergi untuk meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah mendukung Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026 dan Routes Asia di Xi’an pada 14-16 April 2026, untuk menarik minat maskapai asing, terutama dari negara-negara Asia, khususnya Market China dan Asean, dalam menambah rute penerbangan ke Indonesia.

Salah satu transformasi yang dijalankan adalah penguatan bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.

Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik bagi pengguna jasa bandara.

Sementara itu, Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang maupun masyarakat umum. Konsep ini didukung oleh sistem pemeriksaan keamanan secara desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gate keberangkatan.

Kemudian, area komersial di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan  konsep single flow serta penyediaan gerai dengan merek-merek ternama global (global brand), baik Duty Free Shop, FnB dan Lounges.

Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah memperbaiki akses dari/ke dalam bandara, serta mempercepat proses keberangkatan di antaranya dengan menyediakan lebih banyak fasilitas pemeriksaan keamanan di security check point. Pembaharuan ini memberikan waktu lebih bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama di dalam bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Adapun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 telah membuka terminal baru yang dilengkapi area komersial modern. Beroperasinya terminal baru ini menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15,5 juta penumpang/tahun atau naik signifikan dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang/tahun.

“Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha, meningkat  dari 30% sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II,” kata Mohammad Rizal Pahlevi.

Di sisi pembiayaan, Injournery Airports telah berhasil menata ulang struktur pembiayaan dari kreditur dengan konsep Injourney Group Financial Solutions pada Kuartal I/2026. Hasilnya, beban bunga pada Semester I/2026 turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

TERKINI
10 Ayat Al-Qur`an Tentang Musibah yang Menenangkan Hati Mengapa Orang Saleh Juga Ditimpa Musibah? Catat, Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Dibuka hingga 28 Juli DPR Minta Polda Lampung Usut Penyalahgunaan Wewenang Kasus BBM