Chile Tetapkan Status Darurat akibat Curah Hujan Mematikan

Selasa, 21/07/2026 16:15 WIB

Santiago, Jurnas.com - Curah hujan tinggi di Chile menewaskan sedikitnya 10 orang dan menghancurkan atau merusak parah lebih dari 1.000 rumah, menurut pengumuman resmi per Selasa (21/7) ini, di saat pemerintah menetapkan status keadaan darurat.

Sejak pekan lalu, hujan telah melanda wilayah utara Coquimbo dan Atacama yang biasanya gersang, di mana tingkat curah hujan yang begitu intens sangatlah tidak biasa.

Sedikitnya 10 orang tewas, 17 orang mengalami luka-luka, dan empat orang dilaporkan hilang, kata Alicia Cebrian, direktur layanan darurat nasional SENAPRED Chile, dalam sebuah pengarahan pers. Lebih dari 1.100 rumah telah hancur atau rusak parah akibat cuaca ekstrem tersebut, menurut angka resmi.

Kondisi yang semakin serius mendorong Presiden Jose Antonio Kast untuk menetapkan keadaan darurat di daerah-daerah terdampak. Langkah tersebut memungkinkan pemerintah untuk mengerahkan militer, membatasi kebebasan bergerak, dan memobilisasi bantuan dengan cepat.

Sungai-sungai yang meluap telah memblokir jalan-jalan dan mengisolasi berbagai komunitas, sementara lumpur dan pemadaman listrik telah mengganggu pasokan air minum di Coquimbo.

"Curah hujan yang biasanya turun dalam sebulan turun dalam satu jam" pada hari Minggu, kata wakil menteri dalam negeri Maximo Pavez dikutip dari Arab News pada Selasa (21/7). Dia menyebut curah hujan tersebut abnormal dan ekstrem.

Hal senada disampaikan Arnaldo Zuniga dari Badan Meteorologi Nasional. Menurut dia, Chile belum pernah mengalami curah hujan sebanyak ini dalam dua dekade terakhir.

"Kami belum pernah mengalami situasi seperti ini selama beberapa tahun terakhir," ungkap dia.

TERKINI
Iran Hentikan Dua Kapal Tanker yang Terbakar di Selat Hormuz Menaker: Magang Nasional Permudah Industri Dapatkan Talenta Siap Kerja DPR Sahkan Kerja Sama Pertahanan RI dengan Malaysia dan Turki Iran Serang Pusat Data Amazon Milik AS