Selasa, 21/07/2026 16:01 WIB
Moskow, Jurnas.com - Serangan Ukraina di wilayah perbatasan Belgorod, Rusia, menewaskan enam orang pada Senin (20/7) kemarin, sementara Kyiv melaporkan delapan kematian menyusul rentetan serangan dari Rusia.
Rusia meningkatkan pengebomannya terhadap Ukraina, menewaskan puluhan orang dalam serangan rudal sejak awal bulan ini. Begitu juga Kyiv yang mengintensifkan serangan balasannya.
Di Shebekino kurang dari lima kilometer sebelum perbatasan Ukraina, sebuah drone Ukraina dengan sengaja dan sinis menghantam sebuah bus penumpang, menurut keterangan penjabat gubernur Belgorod, Alexander Shuvaev, di media sosial.
"Lima warga sipil tak berdosa, termasuk seorang anak di bawah umur, tewas akibat serangan yang tidak manusiawi dan tercela ini Selain itu, 23 warga sipil terluka, termasuk seorang remaja," kata Shuvaev dikutip dari Arab News pada Selasa (21/7).
Norwegia Alokasikan Bantuan Rp153 Triliun untuk Ukraina Tahun Depan
Zelensky Ungkap Rencana Rusia Rekrut 300 Ribu Prajurit Baru
Rusia Siap Duduk Bareng Bahas Perdamaian Perang, Syaratnya Ini
Shuvaev menambahkan bahwa serangan Ukraina selanjutnya di sebuah tempat cuci mobil di kota terdekat Belgorod menewaskan seorang pria.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan bahwa serangan Rusia di kota-kota wilayah timur, yakni Pavlograd dan Kramatorsk, masing-masing menewaskan dua orang, serta empat orang lainnya tewas di wilayah selatan Odesa dan Zaporizhzhia.
Sebelumnya, Ukraina meluncurkan puluhan drone ke wilayah Moskow, yang memicu kebakaran dan melukai sedikitnya 10 orang, menurut keterangan dari pemerintah Rusia.
Pembicaraan yang dipimpin oleh AS untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir empat setengah tahun tersebut masih mengalami kebuntuan.
Lebih banyak warga sipil tewas di Ukraina pada Juni dibandingkan dengan bulan mana pun sejak April 2022, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).