Senin, 20/07/2026 21:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran "menunggu saat yang tepat untuk menyambut" pasukan Amerika Serikat di Pulau Kharg.
"Ya, mereka akan menerima konsekuensinya. Saya pikir ada banyak orang di daerah itu yang sedang menunggu saat yang tepat untuk `menyambut` mereka," kata Baghaei dalam konferensi pers pada Senin.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah The Wall Street Journal mengabarkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan memperluas operasi militer terhadap Iran.
Dengan mengutip pejabat AS, laporan itu menyebut opsi yang dipertimbangkan mencakup pengerahan pasukan darat untuk menginvasi Pulau Kharg.
AS Minta Negara-negara Berhenti Berdagang dengan Iran
Iran Lancarkan Serangan ke Pangkalan UEA hingga Kuwait
Rantai Pasokan dan Armada Kapal Induk AS di Timur Tengah Lumpuh
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip kantor berita Tasnim, menyatakan akan segera memukul mundur segala upaya pasukan AS memasuki wilayah Iran.
Sebelumnya AS dan Iran pada 18 Juni menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran dengan alasan merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik
Keyword : Pulau KhargIran ASPerang Iran