Rabu, 15/07/2026 12:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hamas mengecam rencana pemerintah Israel membangun 12.000 unit rumah baru di permukiman Yahudi di Tepi Barat, dengan menyebutnya sebagai langkah berbahaya yang memperburuk pendudukan atas wilayah Palestina.
Dalam pernyataan pada Selasa, Hamas mengkritik kesepakatan antara pemerintah Israel dan Administrasi Sipil untuk Yudea dan Samaria terkait pembangunan permukiman tersebut.
"Hamas menyebut kesepakatan antara pemerintah pendudukan Zionis yang ekstremis dan Dewan Permukiman di Tepi Barat utara untuk membangun 12.000 unit permukiman baru, serta mengalokasikan 8 miliar shekel (sekitar Rp35,2 triliun) bagi infrastruktur permukiman, sebagai kesepakatan berbahaya dan kriminal," demikian pernyataan Hamas.
Menurut Hamas, langkah itu merupakan eskalasi perang Israel di Tepi Barat yang bertujuan menguasai wilayah, merampas tanah, dan mengusir warga Palestina dari tempat tinggal mereka.
Israel Terus Hancurkan Kebun Zaitun Milik Warga Palestina
Pasukan dan Pemukim Israel Serbu Kota Nablus, Tepi Barat
Pemukim Israel Ambil Paksa Rumah Impian Warga Palestina di Tepi Barat
Perluasan permukiman Israel di Tepi Barat selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam hubungan Israel dengan komunitas internasional maupun Otoritas Palestina.
Warga Palestina memandang pembangunan permukiman tersebut sebagai bentuk pendudukan atas wilayah mereka dan menjadi penghambat proses perdamaian.
Pada Desember 2016, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2334 yang menuntut Israel menghentikan aktivitas pembangunan permukiman.
Namun, Israel tidak mematuhi resolusi tersebut. Pada Desember 2025, Dewan Keamanan Israel menyetujui pembentukan 19 permukiman baru di berbagai wilayah Tepi Barat.
Sumber: Sputnik
Keyword : Hamas PalestinaPemukim IsraelTepi Barat