Sabtu, 11/07/2026 02:01 WIB
Washington, Jurnas.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak ingin Israel terlibat dalam serangan terhadap Iran di tengah kembali memanasnya konflik antara Washington dan Teheran, menurut laporan CNN, Jumat.
Dengan mengutip dua sumber Israel, laporan tersebut menyatakan sikap tersebut muncul meski Israel menyatakan siap melancarkan kembali operasi militer terhadap Iran.
Pada Kamis (9/7), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tetap berada dalam status siaga tinggi dan siap melanjutkan aksi militer terhadap Iran jika diperlukan.
Salah satu sumber mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin bergabung dalam serangan yang dilakukan Amerika Serikat tersebut.
Intelijen Israel Lapor ke AS, Iran Berencana Bunuh Trump
Bandara Palm Beach Resmi Ganti Nama Jadi Bandara Trump
Iran Sebut Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Pulih 50 Persen
"Netanyahu benar-benar ingin ikut dalam serangan AS, tetapi Amerika Serikat saat ini tidak menginginkan keterlibatan Israel," kata sumber itu.
Pada Rabu dini hari (8/7), militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan itu merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai tanggapan, Iran menyatakan telah menyerang pangkalan militer milik Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.
Donald Trump pun pada Rabu pagi menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Sumber: Sputnik
Keyword : Perang IranIran ASAS IsraelDonald Trump