Minggu, 05/07/2026 04:39 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah mengumumkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia pada Jumat (3/7) kehilangan pasokan tenaga listrik untuk ke-21 kalinya sejak krisis Ukraina sehingga menekankan rentannya keamanan pembangkit listrik tersebut.
Gangguan itu terjadi setelah PLTN tersebut kehilangan koneksi ke jalur transmisi Ferosplavna-1 bertegangan 330 kilovolt (kV), demikian disampaikan IAEA melalui unggahannya di platform X.
Menurut tim IAEA yang bertugas di lokasi, aktivitas militer memicu sistem perlindungan kelistrikan pada jalur-jalur transmisi yang menghubungkan PLTN Zaporizhzhia dengan jalur Ferosplavna-1.
Setelah pasokan listrik dari luar lokasi terputus, generator diesel darurat PLTN tersebut secara otomatis mulai beroperasi untuk mempertahankan pasokan listrik bagi sistem pendingin reaktor dan fungsi-fungsi keselamatan nuklir penting lainnya, kata IAEA.
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
PBB Beri Ruang Diplomasi soal Nuklir kepada Iran, Batas Waktu Pekan Ini
Eropa Peringatkan Iran soal Sanksi PBB Jika Tidak Ada Kemajuan Nuklirnya
"Terputusnya pasokan listrik dari luar lokasi baru-baru ini sekali lagi menunjukkan betapa rapuhnya keselamatan nuklir di PLTN tersebut serta perlunya pihak militer menahan diri semaksimal mungkin guna membantu mencegah terjadinya kecelakaan nuklir," ujar Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.
Sebagai salah satu fasilitas nuklir terbesar di Eropa, PLTN tersebut telah berulang kali mengalami gangguan pada pasokan listrik eksternal sejak eskalasi krisis Ukraina.
Keyword : Energi NuklirBadan AtomIAEA Nuklir