Jum'at, 03/07/2026 15:34 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Rizki Faisal menilai hasil monitoring digital yang dirilis Sintesa Strategi Indonesia (SSI) menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperkuat strategi komunikasi publik di era Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Rizki, hasil riset tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden masih relatif terjaga. Namun, komunikasi pemerintah dinilai masih perlu diperkuat agar keberhasilan berbagai program dapat dipahami masyarakat secara lebih luas.
Berdasarkan hasil pemantauan SSI terhadap platform X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan media online selama periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026, persepsi publik terhadap Presiden Prabowo didominasi sentimen positif sebesar 41,5 persen. Sementara sentimen negatif tercatat 13,8 persen dan percakapan bernada netral mencapai 44,7 persen.
MUI Gelar FGD Kedua Pra-Kongres, Narasumber Soroti Paradoks Ekonomi Syariah
Legislator Dorong Percepatan Repatriasi Arsip Sejarah Indonesia dari Beland
KPK Dalami Pengakuan Menhut Raja Juli Soal Amplop dari Bupati Kuansing
Riset tersebut juga menunjukkan sekitar 71 persen pembentukan opini publik mengenai Presiden berlangsung di media sosial, sedangkan 29 persen berasal dari media online. Temuan ini, kata Rizki, menegaskan bahwa ruang digital kini menjadi medan utama dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran pemerintah dalam mengomunikasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat,” kata Rizki dalam keterangannya, Jumat (3/7).
SSI juga menemukan bahwa komunikasi pemerintahan masih sangat bertumpu pada figur Presiden. Dari sekitar 231,4 juta paparan konten terkait Presiden Prabowo, kurang dari 20 persen yang berkaitan langsung dengan nama-nama anggota kabinet.
Menurut Rizki, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan komunikasi secara kolektif agar capaian pemerintah tidak hanya terasosiasi dengan Presiden, tetapi juga dapat disampaikan secara efektif oleh seluruh kementerian dan lembaga.
Dalam riset yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tercatat sebagai figur kabinet dengan kontribusi sentimen positif terbesar terhadap citra Presiden pada kelompok eksposur tertinggi (Tier 1), yakni mencapai 40,1 persen, dengan sentimen negatif relatif rendah sebesar 5,9 persen.
Rizki menilai capaian tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi publik yang aktif, konsisten, dan selaras dengan arah kebijakan Presiden mampu memperkuat persepsi positif masyarakat terhadap pemerintah.
“Apa yang ditunjukkan Bahlil menjadi contoh bahwa komunikasi yang konsisten dapat menjadi penopang kepercayaan publik terhadap Presiden,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Rizki berharap seluruh jajaran pemerintahan semakin memperkuat sinergi komunikasi publik. Dengan komunikasi yang terintegrasi, berbagai program strategis Presiden akan lebih mudah dipahami masyarakat sehingga kepercayaan publik dapat terus meningkat.
“Riset ini hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan kerja kolektif, bukan hanya dalam menjalankan program, tetapi juga dalam menjelaskan keberhasilan dan menjawab berbagai dinamika di ruang publik. Semakin solid komunikasi pemerintah, semakin kuat pula kepercayaan masyarakat kepada negara,” pungkasnya.
Keyword : Warta DPR Komisi III Rizki Faisal Ketum Golkar rilis SSI Prabowo Subianto Bahlil Lahadalia