Legislator PKB: Dana Riset Perlu Ditambah demi Perkuat Inovasi Nasional

Selasa, 30/06/2026 21:09 WIB

 

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai tambahan anggaran dana riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun untuk memperkuat riset di perguruan tinggi masih belum berada pada angka yang ideal.

Menurut Lalu, kebutuhan anggaran riset seharusnya berada di kisaran Rp7 triliun hingga Rp8 triliun agar mampu mendorong penguatan ekosistem riset nasional secara lebih optimal.

“Idealnya sekitar 7 sampai 8 triliun,” kata Lalu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).

Meski demikian, ia memahami besaran tambahan anggaran yang diberikan pemerintah saat ini mengingat kondisi fiskal nasional. Karena itu, Komisi X DPR tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai memperkuat dukungan terhadap sektor riset.

Namun, Lalu berharap alokasi anggaran riset dapat terus ditingkatkan pada tahun anggaran 2027.

“Tetapi 2027 kami berharap bisa naik, bisa nambah, bahkan lebih dari 7 sampai 8 triliunlah,” ujarnya.

Politikus PKB ini menegaskan, peningkatan anggaran riset sangat penting untuk mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Kendati demikian, riset yang didanai negara harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara nyata dan menjawab kebutuhan pembangunan nasional.

Menurutnya, orientasi riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan harus memiliki nilai guna yang dapat diterapkan bagi masyarakat maupun pemerintah.

“Jangan sampai hasil riset ini hanya sekadar jurnal, hanya sekadar masuk ke perpustakaan, tetapi aplikasinya yang harus kita pikirkan terlebih dahulu,” tandasnya.

 

 

 

TERKINI
Komisi XI DPR Minta Belanja Negara Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Legislator PKB: Dana Riset Perlu Ditambah demi Perkuat Inovasi Nasional Hoaks! Video Narasi Menag Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat dan Prosedur Ria Resty Fauzy Rayakan 40 Tahun Berkarya dengan Konser Spesial