Minggu, 28/06/2026 12:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta tak pernah lepas dari nuansa budaya Betawi.
Di tengah gemerlap ibu kota yang terus berkembang, berbagai tradisi khas masyarakat Betawi tetap menjadi bagian penting dalam memeriahkan hari jadi kota.
Dari arak-arakan ondel-ondel hingga pertunjukan lenong, tradisi-tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga menjadi pengingat akan akar budaya Jakarta.
Berikut sembilan tradisi Betawi yang hampir selalu hadir dalam perayaan ulang tahun Jakarta. 1. Ondel-ondel, Ikon yang Selalu Mencuri PerhatianSulit membayangkan perayaan HUT Jakarta tanpa kehadiran ondel-ondel. Boneka raksasa setinggi sekitar 2,5 meter ini dulunya dipercaya sebagai simbol penolak bala dan pelindung masyarakat.
Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota
MRT Jakarta Terapkan Tarif Rp1, Catat Tanggalnya
22 Contoh Ucapan HUT ke-498 Jakarta yang Penuh Makna
Kini, ondel-ondel lebih sering tampil sebagai penyambut tamu, pengisi parade budaya, hingga pembuka berbagai festival yang digelar dalam rangka hari jadi Jakarta. Biasanya, pertunjukan ondel-ondel diiringi musik tanjidor, gambang kromong, atau rebana Betawi.
2. Tanjidor yang Menghidupkan SuasanaAlunan musik tanjidor menjadi ciri khas lain dalam pesta rakyat Jakarta. Orkes tradisional yang didominasi alat musik tiup ini telah dikenal sejak masa kolonial dan biasa dimainkan untuk menyambut tamu kehormatan maupun mengiringi arak-arakan budaya.
Hingga kini, kelompok tanjidor masih rutin tampil dalam berbagai rangkaian perayaan HUT Jakarta.
3. Gambang Kromong, Perpaduan Budaya yang HarmonisGambang kromong merupakan musik khas Betawi yang lahir dari perpaduan budaya Nusantara dan Tionghoa.
Irama khasnya kerap mengiringi pertunjukan tari maupun pesta rakyat. Kehadirannya menjadi bukti bahwa Jakarta sejak lama tumbuh sebagai kota yang dihuni beragam etnis dan budaya.
4. Lenong yang Sarat Humor dan Kritik SosialLenong menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan dalam berbagai festival budaya Betawi.
Pertunjukan teater tradisional ini dikenal dengan dialog jenaka, adu pantun, hingga kritik sosial yang disampaikan secara ringan.
Dalam perayaan ulang tahun Jakarta, lenong menjadi salah satu cara mengenalkan budaya Betawi kepada generasi muda.
5. Tari Topeng Betawi yang Penuh MaknaTari Topeng Betawi juga kerap menghiasi panggung-panggung perayaan HUT Jakarta.
Tarian yang memadukan unsur tari, musik, dan teater ini mengangkat kisah kehidupan masyarakat dengan pesan moral di setiap gerakannya.
Dahulu dipentaskan dalam hajatan masyarakat, kini Tari Topeng menjadi bagian penting dalam festival budaya ibu kota.
6. Palang Pintu, Tradisi yang Kini Jadi Atraksi BudayaAwalnya, palang pintu hanya dikenal sebagai bagian dari prosesi pernikahan adat Betawi.
Namun seiring waktu, tradisi adu pantun dan unjuk kebolehan silat ini juga dipentaskan dalam berbagai festival budaya, termasuk perayaan HUT Jakarta.
Atraksi tersebut memperlihatkan perpaduan sastra lisan, bela diri, dan nilai-nilai penghormatan kepada tamu.
7. Silat Betawi yang Menampilkan KeperkasaanSelain sebagai seni bela diri, silat Betawi juga menjadi bagian dari pertunjukan budaya.
Aksi para pesilat biasanya dipadukan dengan musik tradisional dan menjadi salah satu atraksi favorit dalam karnaval maupun pesta rakyat yang digelar untuk merayakan ulang tahun Jakarta.
8. Tari Lenggang Betawi yang Semakin PopulerTari Lenggang Betawi menjadi salah satu tarian penyambutan yang sering tampil dalam acara-acara resmi maupun festival budaya Jakarta.
Gerakannya yang dinamis serta busana khas Betawi menjadikan tarian ini sebagai simbol keramahan masyarakat Betawi kepada para tamu dan wisatawan.
9. Pantun Betawi yang Tetap DilestarikanPantun merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Betawi. Tradisi berbalas pantun masih sering ditampilkan dalam pertunjukan lenong, palang pintu, maupun berbagai panggung seni saat HUT Jakarta.
Selain menghibur, pantun menjadi media untuk menyampaikan nasihat, humor, hingga kritik dengan cara yang santun.