Jum'at, 26/06/2026 09:31 WIB
JAKARTA, Jurnas.com – Hari Pelaut Tahun 2026 sebagai momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga konektivitas maritim dan kelancaran perdagangan dunia.
Demikian disampaikan Kepala Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Irjen Pol. Capt. Hermanta saat membuka Strategic Maritime Forum 2026 dalam rangka memperingati Day of the Seafarer (DoTS) atau Hari Pelaut Sedunia 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
"Hari Pelaut Sedunia merupakan bentuk penghargaan kepada para pelaut yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung konektivitas maritim dan perdagangan dunia. Di tengah dinamika industri pelayaran yang terus berkembang, para pelaut tetap menjadi ujung tombak yang memastikan operasional kapal berjalan dengan aman, efektif, dan berkesinambungan," ujar Hermanta.
Ia menambahkan, tema internasional Hari Pelaut Sedunia tahun ini, "Carrying World Trade, Carrying the Risk", menjadi pengingat bahwa di balik peran penting pelaut dalam menggerakkan perdagangan dunia, terdapat berbagai tantangan dan risiko yang harus mereka hadapi dalam menjalankan profesinya.
Jasa Marga Pastikan Tidak Ada Ganjil Genap di Gerbang Tol Jakarta
Deretan Peristiwa Bersejarah Tanggal 26 Juni dari Masa ke Masa
Komisi VII Himpun Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Industri AMDK
Pemerintah, lanjutnya, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia maritim melalui penguatan sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta pengawasan implementasi ketentuan internasional, termasuk STCW Convention dan MLC 2006. Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, hingga kesejahteraan juga menjadi perhatian utama pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perhubungan, Komjen. Pol. (Purn.) Suntana, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam ekosistem maritim global.
"Saat ini jumlah pelaut Indonesia telah mencapai sekitar 1,6 juta orang, terdiri atas sekitar 1,57 juta pelaut laki-laki dan sekitar 52 ribu pelaut perempuan," ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan para pelaut merupakan aset bangsa yang luar biasa sekaligus tanggung jawab besar yang harus kita emban bersama. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia.
Dia menegaskan para pelaut menjadi bagian penting dalam menjaga rantai logistik, perdagangan, dan konektivitas nasional maupun internasional. "Karena itu, kesejahteraan dan perlindungan mereka harus terus menjadi perhatian bersama," katanya.
Keyword : Hari Pelaut Sedunia Capt Hermanta Maritime Forum