PT Pos Indonesia Akui Pendapatannya Anjlok Tanpa Proyek Pemerintah

Senin, 22/06/2026 14:15 WIB

Jakarta, Jurnas.com - PT Pos Indonesia mengaku masih mengandalkan proyek pemerintah dalam menunjang kinerja pendapatan keuangan perusahaan.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph mengatakan bahwa pendapatan PT Pos Indonesia mencatatkan pendapatan senilai Rp3,9 triliun atau mengalami penurunan sebanyak 20 persen, dari yang sebelumnya mencapai Rp5 triliun.

"Dari target tahun itu Rp6,2 triliun, dia hanya tercapai sekitar 63 persen saja, kemudian ini mengakibatkan gross profit-nya tidak tercapai dari target Rp2,4 trilun hanya tercapai 1,5 triliun," kata Joseph dalam RDP dengan Komisi VI di Jakarta, Senin (22/6).

Akibatnya, tutur Joseph, EBITDA atau net income-nya hanya tercapai Rp300 miliar dari target Rp800 miliar.

Adapun penurun paling signifikan terjadi pada lini portofolia bisnis logistik, dari tahun sebelumnya Rp2 triliun turun hanya sekitar Rp600 miliar saja.

"Ini kita lihat tadi karena tidak adanya lagi program-program distribusi pangan, distribusi beras, dan lain sebagainya," ujarnya.

Meski begitu layanan logistik kurir atau logistik di bawah 30 kilogram masih bertahan di angka Rp1,8 triliun.

Sementara untuk layanan jasa keuangan seperti pensiun, kredit, kemudian transfer untuk layanan-layanan tagihan masih bertahan di angka Rp1,2 triliun.

"Layanan properti walaupun meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp173 miliar menjadi Rp200 miliar, namun secara presentase sebetulnya tidak terlalu besar untuk mendukung total reveneu di Pos Indonesia," ujarnya.

TERKINI
Narkoba Senilai Ratusan Juta Dolar Disita dari Kontainer Berlantai Palsu Komisi VI Dorong Pos Indonesia Kembali Fokus Bisnis Logistik Pramono: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen di Tengah Tekanan Global Belum Menang di Piala Dunia, Lukaku Minta Timnya Tetap Tenang