Minggu, 21/06/2026 18:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (20/6) menyatakan bahwa Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tidak akan bisa "berteman" lagi dengan AS demi mendongkrak peringkat popularitasnya.
Pernyataan Trump itu menyusul ketegangan terkait foto bersama dan kegagalan Italia membantu Washington dalam konflik dengan Iran.
"Popularitasnya di Italia sedang merosot, mungkin karena ia menolak Amerika Serikat - negara yang sungguh mencintai dan melindungi Italia - dalam upaya mencegah Iran memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir (padahal NATO pun melakukan hal yang sama!)," tulis Trump di akun medsos Truth Social.
"Kini, setelah Amerika Serikat mengalahkan Iran secara militer, ia ingin kembali berteman demi `menaikkan angka dukungannya`. Tidak, terima kasih!!!" tambahnya.
Tahan Serangan Besar-besaran, Trump Klaim Iran Minta Jalur Perundingan
Imbas Perang Iran, Tingkat Kepuasan Trump Anjlok 35 Persen
Jenderal Iran Tegaskan Tak Akan Izinkan Pembukaan Koridor Kedua di Hormuz
Trump mengulangi klaimnya bahwa Meloni meminta foto bersama dengannya di KTT G7 di Prancis, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Meloni.
Selain itu, Trump juga mengkritik Meloni karena tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan udara di wilayah Italia selama konflik dengan Iran, meskipun Washington mengeklaim telah mengeluarkan miliaran dolar untuk membantu pertahanan Italia dan sekutu NATO lainnya.
Trump mengatakan kepada saluran televisi Italia La7 pada Jumat (19/6) bahwa Meloni "memohon" foto bersama dengannya di KTT G7 di Prancis, dan pemimpin AS itu melakukannya karena rasa kasihan.
Meloni membantah pernyataan itu dan menyebut ucapan Trump sebagai “sepenuhnya dibuat-buat.” Ia menegaskan bahwa “baik dirinya maupun Italia” tidak pernah memohon kepada siapa pun.
Akibat ketegangan yang berkembang, sejumlah pertemuan tingkat tinggi antara delegasi AS dan Italia dilaporkan dibatalkan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti - OANA
Keyword : Donald TrumpGiorgia MeloniPM Italia