Jum'at, 19/06/2026 09:14 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Aksi demonstrasi mahasiswa masih marak. Mereka yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan protes atas beragam kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Hingga saat ini demonstrasi terus berlanjut dan terjadi juga di beberapa tempat.
Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih, Jumat (19/6/2026), menyampaikan bahwa demonstrasi atau aksi masa wajar dalam negara yang menganut sistem demokrasi.
"Kita harus menghormati itu. Agar tercipta juga prinsip saling mengingatkan antara rakyat dan pemerintah," ungkap Frans.
Menurut aktivis 1998 ini, demonstrasi bukan barang baru dalam kehidupan demokrasi, dan Indonesia sudah banyak belajar dari beragam aksi demonstrasi yang terjadi selama ini.
Turun, Harga Emas Antam jadi Rp2,67 Juta per Gram
Saat Uwais Al-Qarni Menggendong Ibunya Menuju Tanah Suci
Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Rasulullah Terkaya yang Memulai dari Nol
Terpenting, kata Frans, aksi demonstrasi tersebut harus memiliki agenda yang jelas dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Meskipun demikian, lanjut Frans, persatuan nasional yang pernah disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad perlu dipertimbangkan untuk dijadikan solusi menyelesaikan persoalan bangsa.
"Sekitar awal Maret, Prof Dasco dalam sebuah kesempatan menyampaikan imbauan mengenai persatuan nasional. Ini perlu disikapi dan dilakukan segera, karena negara membutuhkan ini dilaksanakan," kata Frans.
Frans menegaskan, segala elemen bangsa sebaiknya berkumpul bersama dan membicarakan ini, karena Indonesia negara sangat kaya terbentang yang dari Aceh hingga Papua.
"Tidak boleh ada pihak manapun melihat celah yang bisa merusak persatuan tersebut," tegasnya.
Pada waktu kemerdekaan, lanjutnya, para pendiri bangsa sudah sepakat dengan persatuan Indonesia. "Dan saat ini kondisi zaman berubah, geopolitik global juga sudah berubah sedemikian cepatnya, perlu langkah khusus dan mengingatkan kembali akan pentingnya persatuan nasional," ujarnya.
Menurut Frans, Dasco sebaiknya mulai memikirkan langkah lebih lanjut agar upaya persatuan nasional yang dilontarkannya menjadi agenda untuk segera diimplementasikan. "Agar anak-anak bangsa kembali bisa bergandengan tangan untuk membangun Indonesia yang maju, sehat, dan bermartabat," pungkas Frans.