Selasa, 16/06/2026 16:01 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara resmi mengundang Perdana Menteri Irak, Mohammed Al-Zaidi, untuk berkunjung ke Gedung Putih pada pertengahan Juli mendatang.
Langkah diplomasi ini diambil seiring ambisi Washington dan Baghdad untuk memperdalam kerja sama bilateral di bidang politik, keamanan, serta ekspansi ekonomi pasca-meredanya konflik regional.
Dilansir dari Arabnews, Undangan resmi dari Donald Trump tersebut disampaikan langsung oleh Utusan Khusus Presiden AS, Tom Barrack, saat menggelar pembicaraan tingkat tinggi dengan PM Al-Zaidi pada Senin (15/6) waktu setempat.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pasca-pertemuan, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk membangun kemitraan AS-Irak yang kuat. Mereka juga membahas langkah-langkah konkret untuk menciptakan Irak yang berdaulat dan aman, termasuk rencana melucuti kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di luar kendali negara.
Perjanjian dengan Iran Belum Dipublikasikan, Ini Kata Wakil Presiden AS
FIFA Langgar Protokol Lagi demi Penuhi Narsisme Trump
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal
Pertemuan penting ini digelar hanya berselang beberapa hari setelah AS dan Iran mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Sebagaimana diketahui, konflik besar tersebut sempat berimbas ke Irak akibat rentetan serangan rudal dan drone oleh kelompok bersenjata yang beraliansi dengan Iran ke sejumlah fasilitas militer AS di Baghdad dan wilayah Kurdistan.
Selain isu keamanan, Al-Zaidi dan Barrack membahas perluasan hubungan perdagangan dan investasi. Pihak AS menyambut baik keputusan Irak yang memfinalisasi izin operasional bagi layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.
Tak hanya itu, Irak juga resmi memulai negosiasi dengan raksasa minyak Chevron untuk mengembangkan ladang minyak West Qurna-2 dan Nasiriyah, serta mendukung kembalinya operasional perusahaan energi AS seperti HKN, Western Zagros, dan Hunt.
Kedua pemimpin tersebut turut meninjau rencana rehabilitasi pipa saluran minyak Kirkuk-Baniyas. Upaya mendongkrak pasokan listrik di Irak juga akan didukung melalui proyek terminal impor gas alam cair (LNG) yang diajukan oleh Excelerate Energy di kawasan Khor Zubair.