Senin, 15/06/2026 18:20 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pergantian Tahun Baru Islam menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Selain memperbanyak ibadah dan dzikir, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah sebagai bentuk permohonan ampunan, perlindungan, serta harapan akan keberkahan di masa mendatang.
Dikutip dari berbagai sumber, tradisi membaca doa awal dan akhir tahun Hijriah telah lama diamalkan di berbagai kalangan umat Islam.
Meski tidak secara khusus berasal dari hadis sahih sebagai sunnah yang diwajibkan, para ulama memandang amalan tersebut sebagai bentuk dzikir dan doa yang mengandung nilai kebaikan serta menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
26 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang Penuh Makna
Amalan dan Doa Pelancar Rezeki di Awal Tahun Baru Islam 1448 H
Beragam Tradisi Sarat Makna untuk Sambut 1 Muharram di Indonesia
Doa akhir tahun Islam atau Hijriah dibaca pada penghujung bulan Dzulhijjah, tepatnya sebelum waktu Maghrib pada tanggal 30 Dzulhijjah.
Doa ini berisi pengakuan atas dosa dan kekhilafan yang telah dilakukan selama satu tahun, sekaligus permohonan agar Allah SWT menerima amal-amal baik yang telah dikerjakan.
Secara umum, doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali menjelang matahari terbenam. Momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbanyak istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Berikut adalah salah satu doanya.
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ، وَحَلُمْتَ فِيْهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ، فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ، يَا كَرِيمُ
Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis-sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa ḥalamta fîhâ ‘alayya bi faḍlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘awtanî ilat-taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘ṣiyatika. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî. Wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tarḍâ, wa wa‘adtanî ‘alayhit-tsawâba, fa as’aluka an tataqabbalahu minnî wa lâ taqṭa‘ rajâ’î minka yâ Karîm.
Artinya:
"Ya Allah, apa pun perbuatan yang telah aku lakukan dalam tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang, dan aku belum bertaubat darinya, padahal Engkau tidak segera menghukumku—padahal Engkau Maha Mampu untuk melakukannya. Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dengan kemurahan-Mu. Engkau mengajakku untuk bertaubat setelah aku lancang mendurhakai-Mu. Maka sungguh aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku, wahai Allah. Dan atas segala amal kebaikan yang telah aku lakukan dan Engkau ridhai, serta Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon agar Engkau menerimanya dariku. Jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Mulia."
Sementara itu, doa awal tahun Islam dibaca setelah masuknya Tahun Baru Hijriah, yakni setelah Maghrib pada malam 1 Muharram.
Dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Karena itu, malam 1 Muharram dimulai sejak Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Doa awal tahun berisi harapan agar diberikan perlindungan dari godaan setan, kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta kemampuan untuk mengisi tahun baru dengan berbagai amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa ini juga lazim dibaca sebanyak tiga kali selepas Maghrib sebagai simbol mengawali tahun baru dengan niat dan semangat yang baik. Berikut ini adalah salah satu doa yang dapat dibaca untuk menyambut tahun baru Islam atau Hijriah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwalu, wa ‘alā faḍlika al-‘aẓīmi wa karami jūdika al-mu‘awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. As’aluka al-‘iṣmata fīhi minasy-syaithān wa auliyā’ihi wa al-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wa al-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfa. Yā dzal-jalāli wal-ikrām. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkau Zat yang Kekal, yang Awal tanpa permulaan. Dengan limpahan rahmat-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang tiada putus, tahun baru ini telah tiba. Aku memohon perlindungan pada tahun ini dari godaan setan dan para pengikutnya, serta bantuan dalam melawan hawa nafsu yang selalu mendorong kepada kejahatan. Juga aku mohon agar Engkau menyibukkan aku dengan segala sesuatu yang mendekatkan diriku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan. Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya."
Selain menjadi tradisi keagamaan, pembacaan doa awal dan akhir tahun memiliki makna spiritual yang mendalam. Pergantian tahun Hijriah dipandang bukan sekadar perubahan angka dalam kalender, tetapi juga momentum evaluasi diri dan pembaruan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui doa akhir tahun, umat Islam diajak untuk mengakui kesalahan dan memohon ampun atas segala kekhilafan. Sedangkan doa awal tahun menjadi bentuk harapan agar perjalanan hidup pada tahun yang baru senantiasa berada dalam bimbingan dan perlindungan Allah SWT.
Para ulama juga menekankan bahwa esensi utama dari amalan ini bukan hanya membaca doa, melainkan menghadirkan kesadaran untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan sesama manusia.
Pergantian Tahun Hijriah 1448Berdasarkan kalender Hijriah, 30 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 15 Juni 2026. Adapun 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Karena sistem penanggalan Islam dimulai sejak terbenamnya matahari, maka pergantian tahun berlangsung saat waktu Maghrib pada 15 Juni 2026.
Dengan demikian, doa akhir tahun dapat dibaca sebelum Maghrib 15 Juni 2026, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada hari yang sama ketika memasuki malam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Menyambut tahun baru Islam, umat Muslim diharapkan tidak hanya memperbanyak doa dan dzikir, tetapi juga menjadikan momentum hijrah sebagai titik awal untuk memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. (*)