Senin, 15/06/2026 16:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hingga Bulan April 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,4 triliun.
ULN ini tumbuh 1,9 persen secara tahunan atau year on year (yoy). ULN ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 1,0%
"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang berlanjut," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (15/6/2026).
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Jumlah Korban Jiwa di Gaza Lampaui 73 Ribu Jiwa Sejak Oktober 2023
DPR Minta KPK Usut Tuntas Pihak Terlibat Suap Importasi Bea Cukai
Resmi ke Real Madrid, Ini Detail Kontrak Marc Cucurella
Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,6 persen pada April 2026, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 84,5 persen dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata BI.
Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Keyword : Bank IndonesiaUtang Luar Negeri