Jum'at, 12/06/2026 13:30 WIB
Rio de Janeiro, Jurnas.com - Uni Eropa memperingatkan risiko besar akibat ketergantungan yang terlalu tinggi pada perusahaan teknologi asal Amerika Serikat dalam sektor-sektor sensitif seperti keamanan siber dan pertahanan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kedaulatan Digital UE, Henna Virkkunen, saat menghadiri Web Summit Rio di Brasil, yang merupakan konferensi teknologi terbesar di Amerika dengan jurnalisme yang dihadiri lebih dari 40.000 peserta.
Virkkunen menegaskan bahwa dorongan untuk mewujudkan kedaulatan digital Eropa bukan berarti sebuah bentuk proteksionisme ataupun isolasi diri dari pasar global.
“Situasi saat ini adalah 80 persen teknologi kami berasal dari luar Eropa,” kata Virkkunen dikutip dari AFP pada Jumat (12/6).
Rusia Kecam Rencana Uni Eropa Razia Kapal Tanker Asing
UE Usul Sanksi Ke-21 untuk Rusia, Kripto hingga Perikanan Ikut Diincar
Ancam Jalur Minyak Dunia, Uni Eropa Sanksi Pasukan IRGC Iran
Kondisi ketergantungan tersebut mencakup berbagai sektor teknologi mutakhir termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Virkkunen menjelaskan bahwa blok Eropa tidak ingin menggantungkan keamanan digital mereka hanya pada negara ketiga atau didominasi sepenuhnya oleh korporasi asal Amerika Serikat untuk teknologi yang bersifat kritikal.
Oleh karena itu, Uni Eropa kini fokus membangun kapasitas domestik secara mandiri dan berinvestasi dalam pelatihan AI yang disesuaikan dengan bahasa, konten, serta nilai-nilai internal Eropa. Langkah strategis ini selaras dengan rencana yang dirilis UE awal bulan ini untuk memangkas ketergantungan teknologi dari wilayah Amerika dan Asia.
Dalam kesempatan yang sama, Virkkunen mengumumkan bahwa Brasil akan resmi menjadi mitra digital kelima Eropa, setelah sebelumnya UE menjalin kerja sama serupa dengan Jepang, Kanada, Singapura, dan Korea Selatan.
Uni Eropa dan pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dijadwalkan menandatangani kesepakatan resmi pada Jumat guna memperdalam kolaborasi di bidang tata kelola data, AI, infrastruktur digital, konektivitas, serta platform digital.
UE juga melihat potensi besar dari kemitraan ini mengingat Brasil juga tengah gencar berinvestasi di sektor teknologi. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai 160 juta orang, Brasil menempati posisi 10 besar dalam pasar teknologi dunia, yang dinilai membuka peluang investasi dan kolaborasi yang sangat besar bagi kedua belah pihak.