Rabu, 10/06/2026 20:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax (RON-92) dan Pertamax Green (RON-95) pada Rabu (10/6) pagi menimbulkan pro dan kontra, di tengah konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
Bagi pekerja yang berjuang dengan gaji bulanan setara upah minimum regional (UMR), harga baru ini tak pelak membuat kepala pusing, sebab biaya operasional kini semakin meroket.
Sebagai contoh DKI Jakarta. Dengan UMR sebesar Rp5.729.876 per bulan hanya mampu untuk membeli sekitar 335 liter Pertamax, yang kini dibanderol menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Jika kamu adalah pengguna mobil dengan jarak tempuh harian 70 kilometer untuk pulang-pergi ke kantor, maka akan ada kenaikan budget menjadi Rp2.502.500 untuk Pertamax dari sebelumnya Rp1.894.200.
Komisi IV: Harga BBM Naik, Nelayan Menjerit
Harga BBM di California Capai 6 Dolar, Tertinggi di AS
DPR RI Dorong Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga BBM
Adapun bagi pengguna motor dengan jarak tempuh harian yang sama, akan ada peningkatan biaya menjadi Rp500.500 per bulan, meski sebelumnya hanya menghabiskan Rp378.840 per bulan.
Untuk menyiasati situasi ini, berikut tips tetap hemat dan waras saat harga BBM non-subsidi meroket: 1. Cek Rute, Hindari Jalanan MacetBiasakan mengecek rute sebelum berangkat ke kantor. Ini bertujuan agar kamu sebisa mungkin menghindari jalanan yang lebih padat. Konsumsi BBM saat macet cenderung lebih boros. Jarak lebih jauh tapi lancar, lebih baik daripada jarak pendek namun macet.
Meski minum kopi kini menjadi bagian dari gaya hidup, kamu perlu mengurangi frekuensi membeli kopi kekinian. Batasi nongkrong atau minum kopi di kafe hanya saat akhir pekan. Untuk hari kerja, sebaiknya beralih ke kopi seduh atau kemasan.
3. Siapkan Bekal Makan SiangTanpa disadari, kamu kerap mengeluarkan uang untuk jajan kecil-kecilan ketika di kantor. Mulai sekarang, tak ada salahnya membawa bekal makan siang dari rumah, agar sisa gaji tidak cuma habis di kantin.
Ini cara paling cerdas untuk menghemat biaya operasional bulanan kamu. Jika tetap ingin menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa memarkir kendaraan di halte atau stasiun terdekat dari rumah.
5. Pindah ke BBM SubsidiJika kendaraan kamu masih mampu mengonsumsi BBM subsidi, maka sebaiknya berhenti membeli BBM non-subsidi. Dengan harga Pertalite sebesar Rp10.000 per liter, kamu bisa mengurangi hampir setengah dari biaya operasional saat ini.
Keyword : Harga BBM Pertamax Naik Pejuang UMR