Netanyahu Bakal Kembali Bertarung di Pilpres Israel

Rabu, 10/06/2026 18:36 WIB

Tel Aviv, Jurnas.com - Benjamin Netanyahu dipastikan akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan umum tahun ini, demi mempertahankan kursi perdana menteri.

Pengumuman tersebut dirilis oleh partai pengusungnya pada Rabu (10/6), tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meragukan kemungkinan Netanyahu kembali bertarung di kontestasi politik mendatang.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu menegaskan bahwa sang petahana akan maju dalam pemilihan, dan optimistis kembali meraih kemenangan.

Meski jadwal pemilu belum diumumkan secara formal oleh pemerintah, pesta demokrasi tersebut wajib digelar paling lambat pada Oktober mendatang, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Diketahui, pemilu mendatang akan menjadi pemilu pertama yang digelar di Israel sejak peristiwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang tercatat sebagai kegagalan keamanan terburuk dalam sejarah negara tersebut sekaligus menjadi pemicu aksi genosida Israel di Jalur Gaza.

Sejak kembali memegang tampuk kekuasaan pada Desember 2022 dengan memimpin koalisi paling kanan dalam sejarah Israel, Netanyahu terus menghadapi masa jabatan yang penuh gejolak.

Dia menghadapi gelombang protes massa anti-pemerintah skala besar bahkan sebelum perang pecah di Gaza, Lebanon, dan Iran.

Hasil jajak pendapat yang dirilis oleh lembaga pemikir Israel Democracy Institute di Yerusalem pada 9 Juni menunjukkan bahwa 61 persen publik Israel meyakini Netanyahu sebaiknya tidak mencalonkan diri lagi, karena koalisinya diprediksi gagal meraup kursi mayoritas.

Kendati demikian, hubungan antara Trump dan Netanyahu masih berjalan dekat, meskipun dalam beberapa pekan terakhir hubungan keduanya pemimpin sempat menegang, akibat tuntutan Trump agar Israel membatasi aksi militer di Lebanon demi kelancaran negosiasi damai Washington dengan Teheran.

Pekan lalu, Trump bahkan mengakui bahwa dirinya sempat memaki Netanyahu dengan menyebutnya "sangat gila" dalam sebuah panggilan telepon, walau dia mengklaim tetap berhubungan baik dan berulang kali meminta Presiden Israel untuk memberikan pengampunan hukum atas kasus korupsi yang menjerat Netanyahu.

TERKINI
Dony Oskaria Yakin Kenaikan BBM Nonsubsidi Tidak Berdampak Inflasi Waspadai Zat Kimia TFA, Ancam Kesehatan Sistem Reproduksi Rusia Kecam Rencana Uni Eropa Razia Kapal Tanker Asing Diperhatikan Pemerintah, Rakernas APDESI Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi