Kamis, 28/05/2026 16:10 WIB
Beirut, Jurnas.com - Militer Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru yang menyasar berbagai infrastruktur milik kelompok milisi Hizbullah di sekitar kota Tyre, Lebanon selatan, pada Kamis (28/5).
Gempuran masif ini dilakukan tidak lama setelah komando militer mengeluarkan perintah evakuasi total bagi para penduduk setempat. sebagaimana dikutip dari AFP.
Israel juga secara resmi menetapkan seluruh kawasan di selatan Sungai Zahrani, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan termasuk kota Tyre, sebagai zona pertempuran aktif demi memburu milisi Hizbullah yang disokong oleh Iran.
Peringatan evakuasi berskala besar ini menjadi yang pertama kali dikeluarkan sejak kesepakatan gencatan senjata pada 17 April lalu, dan terjadi di saat warga Lebanon tengah bersiap merayakan hari raya Iduladha.
Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon Selatan
Warga Lebanon Patungan Abadikan Kehancuran dampak Serangan Israel
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang
“Kami terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap Hizbullah. Kami mengintensifkan operasi kami demi memberikan pukulan yang semakin parah kepada organisasi Hizbullah,” kata Kepala Staf Militer Israel, Letkol Eyal Zamir melalui pernyataan resminya.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan udara pada Kamis pagi tersebut menghantam sebuah bangunan dan memicu kebakaran besar di kota Tyre, serta menyebabkan kehancuran luas di area pemukiman Nabatieh.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban tewas sejak perang pecah pada 2 Maret lalu telah mencapai 3.269 jiwa, termasuk dua tentara Lebanon yang dilaporkan gugur akibat serangan udara Israel baru-baru ini.
Di tengah situasi darurat dan pos pengungsian di Tyre telah penuh sesak, delegasi militer Lebanon yang dipimpin oleh Direktur Operasi Georges Rizkallah dijadwalkan terbang ke Pentagon pada Jumat besok, guna mendesak realisasi gencatan senjata serta mempresentasikan rencana monopoli senjata negara demi meredakan pertempuran jarak dekat di sepanjang garis kuning perbatasan.