Rabu, 27/05/2026 17:47 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Kota Bandung mencatat jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mencapai 18.036 ekor yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim gabungan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan sekitar 65 persen dari total hewan kurban tersebut didominasi domba dan kambing.
“Total yang kita periksa ada 18.036 ekor. Enam puluh lima persennya itu domba dan kambing,” kata Farhan di Bandung, Rabu.
Ia memastikan seluruh hewan kurban yang diperiksa dalam kondisi sehat dan layak disembelih. Pemeriksaan dan pengawasan juga terus dilakukan hingga hari tasyrik.
PDIP Jatim Bagikan 485 Sapi Kurban untuk Warga Miskin dan Pesantren
Idul Adha di Serang, Mendes Ajak Warga Jaga Kebersamaan dan Kekompakan
Din Syamsuddin: Jangan Biarkan Perbedaan Politik Pecah Belah Umat
“Semua dalam kondisi sehat dan layak, dan sekarang kita sedang menyisir ke setiap pemotongan,” ujar Farhan.
Menurut dia, pengawasan dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai standar serta distribusi daging kurban tepat sasaran kepada masyarakat penerima manfaat.
“Sampai hari tasyrik. Insya Allah nanti kita pun akan berkeliling untuk menyaksikan dan memastikan bahwa pemotongan hewan sesuai dengan standar yang ada dan juga diberikan kepada para mustahik dengan baik dan benar,” katanya.
Farhan jmengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum refleksi rasa syukur dan semangat pengorbanan untuk membangun Kota Bandung.
“Sejak Januari 2026 sampai hari ini, kita justru mendapatkan banyak sekali berkah yang telah kita terima dalam berbagai macam bentuk kebahagiaan. Namun tantangan masih sangat besar,” katanya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban yang diperiksa menjelang Idul Adha.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung Wilsandi Saefuloh mengatakan hewan kurban yang dinyatakan sehat diberikan stiker khusus sebagai tanda lolos pemeriksaan kesehatan.
“Kalau penyakit menular seperti PMK dan sebagainya, alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan. Karena itu memang menjadi salah satu syarat utama pemeriksaan kami,” kata Wilsandi
Menurut dia, stiker tersebut dilengkapi barcode yang dapat dipindai masyarakat untuk melihat identitas dan hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
“Di stiker itu ada barcode juga. Jadi satu hewan mempunyai identitas yang tersimpan di dalam stiker tersebut. Nanti masyarakat bisa melakukan pemindaian melalui aplikasi untuk melihat data hasil pemeriksaannya,” ujar Wilsandi.
Keyword : Pemkot Bandung Wali Kota Bandung Idul Adha Hewan Kurban