Warga Lebanon Patungan Abadikan Kehancuran dampak Serangan Israel

Jum'at, 22/05/2026 14:34 WIB

Beirut, Jurnas.com - Seorang ibu dua anak asal Lebanon, Hala Farah, tengah mengumpulkan foto dan video untuk melestarikan ingatan tentang kampung halamannya yang kini telah hancur total oleh pasukan Israel.

Kesaksian dari warga dan pejabat, serta gambar satelit dan foto-foto yang diambil oleh jurnalis, menunjukkan kehancuran luas di puluhan kota dan desa Lebanon sejak dimulainya perang Israel-Hizbullah pada 2 Maret.

Dikutip dari AFP pada Jumat (22/5), meskipun gencatan senjata telah dimulai sejak 17 April, aksi penghancuran dan penggusuran di wilayah selatan justru semakin intensif hingga berdampak pada rumah warga, infrastruktur, sekolah, tempat ibadah, serta lahan pertanian.

Pihak militer Israel berulang kali menyatakan bahwa serangan mereka hanya menargetkan situs dan operasi Hizbullah, bukan warga sipil.

"Yang tersisa hanyalah kenangan dan beberapa gambar yang saya dan tetangga coba kumpulkan, sehingga kami dapat menceritakan kepada anak-anak kami seperti apa rupa Kota Yarun dulunya," kata Hala Farah.

"Apa yang terjadi selama masa gencatan senjata menegaskan bahwa tujuan Israel adalah melakukan urbicide (penghancuran kota secara sengaja) di wilayah selatan, termasuk Yarun," dia menambahkan.

Menteri Lingkungan Hidup Tamara Zein pada bulan lalu juga menuduh Israel melakukan tindakan penghancuran sistematis di area tersebut. Karena tidak dapat kembali ke wilayah selatan, beberapa keluarga pengungsi bahkan rela patungan sebesar 140 dolar AS demi membeli gambar satelit terkini untuk melihat sekilas kondisi kampung halaman mereka.

Penghancuran oleh Israel di Yarun, sebuah kota yang dihuni oleh komunitas Kristen dan Muslim, tercatat turut meratakan aula gereja, biara, serta sekolah Saint George.

Sementara itu, sekitar enam kilometer di utara Yarun, gambar satelit dari awal April awalnya menunjukkan tidak ada tanda kerusakan besar di Bint Jbeil, sebuah kota kuno di puncak bukit yang menjadi benteng Hizbullah.

Namun, sebulan kemudian kota tersebut tampak telah rata dengan tanah, termasuk stadion bersejarah tempat mendiang pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyampaikan pidato pembebasannya pada 2000 silam.

TERKINI
Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon Selatan Revitalisasi Sekolah Pascabencana Momentum Perkuat Pendidikan Warga Lebanon Patungan Abadikan Kehancuran dampak Serangan Israel BoP Desak PBB Tekan Israel dan Hamas Wujudkan Perdamaian