Soroti Pelaksanaan Haji, Cak Imin Beberkan 3 Aspek Krusial Jelang Armuzna

Kamis, 21/05/2026 07:26 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sekaligus bagian dari misi Amirul Hajj 2026, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menilai pelaksanaan operasional ibadah haji tahun 2026 pada fase keberangkatan hingga saat ini berjalan lancar dan sesuai rencana.

Operasional ibadah haji yang dimaksud yakni mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pemeriksaan kesehatan, hingga kedatangan jemaah di Madinah dan Makkah. Hal tersebut disampaikan Cak Imin usai memimpin rapat koordinasi bersama di Makkah, Arab Saudi, Rabu (20/5).

"Secara khusus, kami menyoroti seluruh rangkaian perjalanan pelaksanaan haji sejak keberangkatan sampai hari ini berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan," ujar Cak Imin dalam siaran pers Kemenhaj.

Ia memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh petugas haji dari berbagai lini layanan, termasuk Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi telah menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang luar biasa dalam mempermudah pelaksanaan ibadah haji, termasuk melalui penyesuaian sistem dan optimalisasi pengaturan layanan di lapangan.

Memasuki fase berikutnya, Kementerian Haji dan Umrah RI bersama instansi terkait kini mengalihkan fokus penuh pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Berdasarkan jadwal, puncak ibadah haji 1447 H akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijjah 1447 H). Pada hari tersebut, jemaah haji Indonesia akan mulai digerakkan secara bertahap menuju Arafah.

Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada tiga aspek krusial demi menjamin kelancaran fase kritis ini.

Pertama, transportasi dan mobilitas, koordinasi ketat diperlakukan untuk mengatur jadwal keberangkatan dan pergerakan bus jemaah agar tidak terjadi penumpukan saat puncak Armuzna.

Kedua, konsumsi dan akomodasi, memastikan distribusi katering tepat waktu serta kesiapan fasilitas tenda pendukung di Arafah dan Mina.

Aspek ketiga, layanan kesehatan. Di anatarnya ialah dengan menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan petugas medis yang sigap mengawal jemaah selama fase mabit (bermalam) dan lempar jumrah di Mina hingga akhir prosesi haji.

Menutup keterangannya, Muhaimin Iskandar menitipkan pesan penting bagi seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga stamina jelang hari penentu ibadah haji.

"Bagi para jemaah haji, mohon untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kesehatan. Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan yang prima, tanpa ada halangan," pungkasnya.

TERKINI
Berbagai Tradisi Unik Sambut Iduladha di Banten Ini Cara Bayar Dam Ketika Sakit saat Melaksanakan Haji 5 Provinsi dengan Populasi Babi Terbanyak di Indonesia Soroti Pelaksanaan Haji, Cak Imin Beberkan 3 Aspek Krusial Jelang Armuzna