Rabu, 20/05/2026 22:30 WIB
Tel Aviv, Jurnas.com - Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, mengunggah video kondisi para aktivis dan jurnalis yang diculik dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Dalam unggahan tersebut, tampak para aktivis dan jurnalis berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung dan dahi menempel di tanah.
Disebarkanluaskan di platform X dengan musik latar lagu kebangsaan Israel, Ben Gvir, menuliskan `Selamat Datang di Israel`. Dikutip dari AFP pada Rabu (20/5), dia juga mencemooh para aktivis dan melambaikan bendera Israel di antara para tahanan tersebut.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras perlakuan Israel yang dinilainya tidak dapat diterima, serta menuntut pembebasan segera bagi warga negara Italia yang ditahan di samping mendesak permohonan maaf resmi dari pihak Israel.
“Sungguh tidak dapat ditoleransi bahwa para pengunjuk rasa ini, yang di antaranya terdapat banyak warga negara Italia, menjadi sasaran perlakuan semacam ini, yang secara jelas melanggar martabat manusia,” tegas Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan resmi.
Aksi sepihak Ben Gvir juga memicu kemarahan PM Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa cara sang menteri memperlakukan para aktivis kemanusiaan tersebut tidak sejalan dengan nilai dan norma yang dianut oleh Israel.
“Saya telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para provokator (aktivis) tersebut sesegera mungkin,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan tertulis.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar , turut mengkritik keras Ben Gvir melalui akun X miliknya. Dia menilai Ben Gvir telah secara sadar merugikan negara melalui tontonan yang memalukan tersebut, dan menegaskan bahwa ini bukan kali pertama sang menteri melakukan tindakan serupa.
Diketahui, sekitar 50 kapal di bawah konvoi Global Sumud Flotilla tercatat berlayar dari Turkiye pada pekan lalu dalam upaya terbaru para aktivis untuk menembus blokade Israel di Gaza, setelah pasukan Israel sempat mencegat konvoi sebelumnya pada April.
Otoritas Israel menyatakan ada 430 aktivis di atas flotilla yang sedang dalam perjalanan menuju Israel, termasuk tiga jurnalis Indonesia, sementara kelompok hak asasi manusia `Adalah menyebut beberapa di antaranya telah tiba di pelabuhan Ashdod dan ditahan di sana.