Senin, 18/05/2026 11:45 WIB
Amsterdam. Jurnas.com - Kapal pesiar MV Hondius yang menghebohkan dunia menyusul wabah mematikan virus hanta, kini akan mengakhiri pelayarannya di Rotterdam, Belanda, pada Senin (18/5). Seluruh kru tersisa yang berada di dalam kapal harus bersiap menghadapi masa karantina selama beberapa minggu ke depan.
MV Hondius diperkirakan bersandar di pelabuhan Belanda antara pukul 10.00 pagi hingga tengah hari waktu setempat, menurut keterangan resmi otoritas terkait, sebelum akhirnya menurunkan 27 orang terakhir yang masih bertahan di atas kapal, yang terdiri dari 25 orang kru dan dua orang staf medis.
Kapal yang dioperasikan oleh perusahaan asal Belanda, Oceanwide Expeditions, ini menjadi sorotan utama berita internasional setelah tiga orang penumpangnya dilaporkan tewas akibat terinfeksi virus hanta, jenis virus langka yang hingga saat ini belum memiliki vaksin maupun metode pengobatan spesifik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah bergerak cepat untuk menenangkan publik global dengan menegaskan bahwa wabah ini bukan merupakan pengulangan dari tragedi pandemi Covid-19, serta menekankan bahwa tingkat penularan antar-manusia untuk virus ini tergolong sangat jarang terjadi.
Waspada Virus Hanta, WHO Tegaskan Penanganan Kasus Belum Berakhir
Warga Spanyol Jalani Tes usai Diduga Terinfeksi Virus Hanta
Minta Publik Tak Khawatirkan Virus Hanta, WHO: Risiko Menular Rendah
"Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kita sedang melihat awal dari sebuah wabah yang lebih besar," ujar Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada awak media pada 12 Mei lalu.
Meski demikian, Tedros tetap memberikan peringatan bahwa virus ini memiliki masa inkubasi yang berlangsung selama beberapa minggu, yang berarti potensi kemunculan kasus-kasus baru dari para penghuni kapal masih bisa terjadi di masa mendatang.
Berdasarkan data perhitungan AFP dari sumber-sumber resmi, sejauh ini total kasus virus hanta telah dikonfirmasi positif pada enam orang pasien, dengan satu kasus tambahan lainnya yang berstatus bergejala kuat (probable case).
Selain itu, terdapat satu pasien lain di Kanada yang menunjukkan hasil tes positif sementara, namun orang tersebut tidak memperlihatkan gejala klinis apapun dan hasil ujinya masih harus dikonfirmasi lebih lanjut.
Setelah kapal tersebut tiba di Kepulauan Canary pada 10 Mei lalu, lebih dari 120 penumpang beserta kru langsung dievakuasi dari kapal, baik untuk dipulangkan ke negara asal mereka maupun dibawa menuju Belanda, yang memegang tanggung jawab khusus karena kapal tersebut berbendera Belanda.
Selama evakuasi, seorang wanita asal Prancis berusia 65 tahun mulai menunjukkan gejala medis saat berada di dalam penerbangan repatriasi, hingga akhirnya jatuh dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di Paris dengan status konfirmasi positif virus hanta.
Dua orang lainnya, masing-masing satu warga negara Belanda dan satu warga negara Inggris, juga harus dievakuasi secara darurat dari atas kapal menuju Belanda untuk segera dilarikan ke rumah sakit setempat.
Pihak otoritas Belanda mengonfirmasi bahwa kondisi kedua pasien tersebut saat ini sudah berada dalam status stabil, bahkan pasien asal Inggris dinilai sudah cukup sehat untuk diizinkan pulang ke negara asalnya guna menjalani isolasi mandiri.
Sementara itu, seluruh orang lainnya yang dievakuasi ke Belanda dari kapal pesiar tersebut menunjukkan hasil tes negatif terhadap virus. Sebagian kini menjalani masa karantina di Belanda dan sebagian lainnya sudah terbang kembali ke rumah masing-masing.