Minggu, 17/05/2026 14:33 WIB
Virginia, Jurnas.com - Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, akhirnya kembali ke pangkalan asalnya di Virginia pada Sabtu (16/5) kemarin, setelah menyelesaikan operasi militer selama 11 bulan terakhir.
Dikutip dari Associated Press pada Minggu (17/5), misi ini tercatat sebagai penempatan terlama bagi kapal induk militer Amerika Serikat sejak era Perang Vietnam.
Sepanjang operasinya, kapal perang super canggih ini terlibat langsung dalam mendukung perang AS dengan Iran serta operasi penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
USS Gerald R. Ford bersama dua kapal penghancur pendampingnya bersandar di Naval Station Norfolk, disambut oleh sekitar 5,000 pelaut yang akhirnya dapat bertemu kembali dengan keluarga mereka sejak berangkat pada Juni lalu.
Selain menghadapi operasi tempur di berbagai belahan dunia, para kru kapal juga sempat menghadapi insiden kebakaran non-tempur di ruang binatu (laundry space) yang merusak fasilitas tidur ratusan prajurit dan memaksa kapal menjalani perbaikan panjang di Pulau Kreta, Yunani.
“Anda tidak hanya menyelesaikan sebuah misi, Anda telah mencetak sejarah. Anda membuat negara ini bangga,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Selain USS Bainbridge, Menhan Hegseth juga memberikan apresiasi tinggi kepada kru kapal penghancur USS Mahan dan USS Gerald R. Ford. Atas dedikasi dan keberhasilan mereka selama perang Iran berlangsung, seluruh armada tempur ini dianugerahi penghargaan bergengsi Presidential Unit Citation.
Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi yang dapat diterima oleh sebuah unit militer AS atas performa luar biasa dalam aksi pertempuran melawan musuh.
Dengan total 326 hari berada di laut lepas, USS Gerald R. Ford memecahkan rekor sebagai kapal induk dengan masa tugas terlama dalam 50 tahun terakhir. Berdasarkan data dari US Naval Institute News, rekor penempatan yang lebih lama dari misi ini hanya pernah terjadi pada tahun 1973 oleh USS Midway (332 hari) dan tahun 1965 oleh USS Coral Sea (329 days) selama Perang Vietnam.
Pelayaran panjang USS Gerald R. Ford dimulai pada Juni tahun lalu dengan tujuan awal Laut Mediterania. Namun, pada Oktober, kapal induk ini dialihkan secara mendadak ke Laut Karibia sebagai bagian dari penguatan armada angkatan laut AS terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa generasi. Di sana, kapal ini mendukung operasi militer pada Januari lalu yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro.
Tak lama setelah operasi di Karibia, USS Gerald R. Ford langsung dikirim menuju Timur Tengah seiring eskalasi konflik yang memuncak dengan Iran. Kapal induk ini ikut menggempur dalam hari-hari pertama pecahnya perang Iran dari posisi Laut Mediterania, sebelum akhirnya melewati Terusan Suez dan memasuki Laut Merah pada awal Maret untuk mengamankan jalur pasokan energi global.
Meskipun kapal induk USS Nimitz secara teknis mencatat total 341 hari penugasan pada tahun 2020-2021 lalu, durasi tersebut mencakup periode isolasi mandiri di darat akibat pandemi COVID-19.