Menko PM Sebut Koperasi Desa Instrumen Penting Berdayakan Masyarakat Desa

Sabtu, 16/05/2026 23:53 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menilai Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan kemandirian ekonomi desa.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.

"Program pemberdayaan melalui Koperasi Desa Merah Putih yang telah dibangun sebelumnya turut berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurutnya, koperasi harus menjadi ruang gotong royong ekonomi yang memperkuat pelaku usaha kecil, UMKM, dan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyebut peresmian ribuan koperasi desa secara serentak sebagai momentum bersejarah yang menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia dalam membangun sistem ekonomi rakyat secara cepat dan nyata.

Koperasi desa akan menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat desa melalui penyediaan berbagai kebutuhan pokok dan layanan publik dengan harga terjangkau.

Ke depan, koperasi desa akan melayani penjualan sembako, pupuk subsidi, tabung gas subsidi, layanan pos, penyaluran bantuan pemerintah, hingga apotek murah bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan menghadirkan layanan keuangan dan kredit murah melalui gerai lembaga keuangan di koperasi desa guna memperkuat akses pembiayaan masyarakat.

"Dengan koperasi ini, saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan semakin maju. Setiap desa tidak lagi akan tergantung dengan yang mana-mana lagi, semua akan mandiri," kata Prabowo Subianto.

Pemerintah berharap kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu mempercepat pemerataan ekonomi, memperkuat ketahanan desa, sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional berbasis kerakyatan. (Ant)

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun