Wisuda, UMB Tegaskan Pendidikan Fondasi Karakter Tingkatkan Kualitas Hidup

Kamis, 14/05/2026 12:25 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Prosesi wisuda kerap dimaknai sebagai penanda berakhirnya perjalanan akademik. Namun, bagi Universitas Mercu Buana, momentum kelulusan justru menegaskan makna pendidikan yang lebih mendasar: sebagai proses pembentukan karakter sekaligus instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pesan itu mengemuka dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma ke-60, Sarjana ke-64, Magister ke-51, dan Doktor ke-11 periode II Tahun Akademik 2025/2026, yang meluluskan 1.426 wisudawan dengan tema “Lulusan Berdampak Menuju Masa Depan Berkelanjutan.” Acara digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Rabu (13/5).

Di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat akibat disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan tantangan sosial global, pendidikan tinggi dinilai tidak lagi cukup dimaknai sebagai jalur menuju pekerjaan semata. Pendidikan harus menjadi ruang pembentukan manusia yang utuh, cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan tangguh dalam menghadapi perubahan.

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., menegaskan bahwa pendidikan sejatinya merupakan proses memanusiakan manusia.

“Pendidikan bukan sekadar perjalanan untuk memperoleh gelar akademik. Pendidikan adalah proses membentuk pribadi yang utuh, yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan serta mampu memberi arti bagi kehidupan di sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Andi, kualitas hidup seseorang tidak hanya ditentukan oleh pencapaian ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, menjaga keseimbangan, membangun relasi sosial, dan menemukan makna dalam kontribusinya bagi masyarakat.

Karena itu, pendidikan harus diposisikan sebagai fondasi yang memperkuat seluruh aspek kehidupan.

“Pendidikan bekerja seperti akar yang menguatkan pohon kehidupan manusia. Ia memperluas akses terhadap kesempatan, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat kendali atas masa depan, dan menghadirkan kapasitas untuk menghadapi kompleksitas hidup,” katanya.

Pandangan ini menjadi landasan slogan Universitas Mercu Buana, “Education to Improve Quality of Life,” yang menempatkan pendidikan sebagai kekuatan transformasional. Implementasi visi tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara kompetensi akademik, pembentukan karakter, pengalaman praktis, dan kesehatan fisik mahasiswa.

Universitas Mercu Buana terus memperkuat digitalisasi layanan akademik, memperluas kolaborasi industri, serta menyediakan fasilitas pendukung seperti sports center yang dilengkapi lapangan mini soccer, basket, voli, hall bulutangkis, hingga jogging track. Pendekatan ini diyakini penting untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan integritas.

“Yang akan menjadi pembeda di masa depan bukan hanya ijazah yang dimiliki, melainkan karakter yang dijaga, kompetensi yang ditampilkan, dan keberanian untuk mengambil peran secara nyata,” kata Andi.

Komitmen tersebut tercermin dalam capaian institusional Universitas Mercu Buana. Kampus ini menempati peringkat ke-9 perguruan tinggi swasta terbaik nasional versi Webometrics 2025, serta mencatatkan prestasi di sejumlah pemeringkatan internasional. Di bidang Business & Management, Universitas Mercu Buana meraih peringkat ke-3 nasional versi AD Scientific Index 2026, serta menempati posisi ke-52 Asia dan ke-442 dunia.

Selain itu, universitas memiliki 10 program studi terakreditasi Unggul, menyalurkan ratusan beasiswa kepada mahasiswa, serta menjalin kerja sama dengan lebih dari 690 institusi nasional dan internasional. Lebih dari sekadar pencapaian angka, seluruh capaian tersebut diarahkan untuk memastikan pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup mahasiswa dan lulusannya.

Bagi para wisudawan, kelulusan menjadi awal pembuktian bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata.

“Pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menjelma menjadi tindakan yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa,” tutup Andi.

TERKINI
Legenda Curug Siliwangi dan Pesona Gunung Puntang di Bandung Selatan Bacaan Zikir Usai Salat Fardu, Yuk Amalkan AS Dorong China Bantu Hentikan Upaya Iran di Teluk Persia Rusia Sebut AS Siap Negosiasikan Penyelesaian Konflik Ukraina