Rabu, 13/05/2026 17:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) setelah muncul polemik kesalahan penilaian yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, pelaksanaan ulang final LCC akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan dewan juri independen dari kalangan akademisi. Pimpinan MPR RI, kata dia, juga akan mengawasi langsung jalannya perlombaan.
“LCC di tingkat Kalbar yang final akan kita lakukan ulang. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5).
Setjen MPR Kaji Sanksi Tambahan untuk Juri LCC Empat Pilar Kalbar
Buka LKBB di Manado, Ketua MPR Tekankan Nasionalisme Generasi Muda
Ahmad Muzani Tekankan Peran Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Dia menjelaskan, perlombaan ulang akan diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI selaku pelaksana kegiatan. Namun, berbeda dari sebelumnya, tidak akan ada juri dari unsur internal MPR RI dalam lomba tersebut.
Muzani mengakui terdapat kekhilafan dalam penyelenggaraan babak final LCC di Pontianak pada Sabtu (9/5). Karena itu, keputusan menggelar ulang lomba diambil sebagai bentuk koreksi dan evaluasi atas kesalahan yang terjadi.
Menurut dia, MPR RI juga berkomitmen melakukan penyempurnaan terhadap berbagai kegiatan ke depan dengan mendengarkan masukan masyarakat, termasuk kritik dari para peserta lomba.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya,” ujar dia.
Muzani menilai sikap para peserta yang menyampaikan keberatan secara terbuka merupakan bagian dari praktik demokrasi yang baik dan perlu dihargai.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyampaikan bahwa dewan juri sebelumnya telah dinonaktifkan dari seluruh rangkaian kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026 sebagai bentuk sanksi atas polemik penilaian tersebut.
Dia mengatakan, Setjen MPR RI saat ini tengah mengoordinasikan berbagai kebutuhan teknis untuk pelaksanaan lomba ulang yang ditargetkan berlangsung secepatnya pada bulan Mei 2026.
“Kalau tanggal kita akan koordinasi dulu karena itu kan lomba ulang, semuanya harus seperti lomba yang kemarin, jadi harus ada panggung dan lain-lain. Kalau bisa minggu ini supaya cepat terselesaikan,” kata Siti.
Sebelumnya, babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar diikuti oleh tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.
Polemik muncul setelah terjadi kesalahan penilaian dalam sesi pertanyaan rebutan pada babak final yang digelar di Pontianak. Cuplikan perlombaan tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu kritik publik terhadap penyelenggaraan kompetisi.