Rabu, 13/05/2026 14:55 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekankan bahwa kesulitan finansial yang dialami rakyatnya bukan merupakan faktor dalam pengambilan keputusannya untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Sebelum berangkat melakukan kunjungan ke China pada Selasa (12/5) kemarin, Trump menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.
Saat ditanya terkait kondisi ekonomi warga Amerika yang memotivasinya untuk segera mencapai kesepakatan damai, Trump menjawab secara lugas bahwa hal tersebut sama sekali tidak berpengaruh.
"Satu-satunya hal yang penting saat saya berbicara tentang Iran adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak memikirkan situasi keuangan warga Amerika. Saya hanya memikirkan satu hal. Kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah satu-satunya hal yang memotivasi saya," tegas Trump dikutip Reuters pada Rabu (13/5).
Perang AS vs Iran Bayangi Pertemuan BRICS 2026 di New Delhi
China Desak Pakistan Mediasi AS-Iran demi Selat Hormuz
Trump Kembali Tegaskan Iran Dilarang Punya Senjata Nuklir
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan besar dari rekan-rekan Partai Republik yang mengkhawatirkan dampak ekonomi perang terhadap pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
Biaya energi yang melonjak akibat konflik Iran telah mendorong kenaikan harga bensin dan memicu inflasi tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, membela posisi presiden dengan menyatakan bahwa tanggung jawab utama Trump adalah keamanan nasional, karena nuklir Iran merupakan ancaman langsung bagi seluruh warga Amerika.
Meskipun Trump membingkai langkahnya sebagai upaya mencegah proliferasi nuklir, penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan Iran untuk membangun senjata nuklir belum banyak berubah sejak musim panas lalu.
Para analis memperkirakan Teheran masih membutuhkan waktu sembilan bulan hingga satu tahun untuk memproduksi bom, bahkan setelah dua bulan peperangan berlangsung. Hingga kini, Iran terus membantah tuduhan tersebut dan bersikeras bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai.
Keyword : Donald Trump Perang AS vs Iran Masalah Ekonomi AS